Dapur Umum Disiapkan bagi Pengungsi Banjir

  • Whatsapp
Dapur Umum Disiapkan bagi Pengungsi Banjir
Plt Kepala BPBD Kobar Tengku Alisyahbana saat berdialog dengan warga Desa Rungun yang mengungsi.
iklan atas

PANGKALAN BUN/tabengan.com – Warga Desa Rungun Kecamatan Kotawaringin Lama (Kolam) mulai mengisi tenda-tenda pengungsian yang disiapkan oleh Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Barat. Untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi, disiapkan juga dapur umum.

Kepala Dinas Sosial Ahmad Yadi mengatakan Tim Tagana telah berada di Desa Rungun sejak Jumat (17/7/2020), bahkan logistik untuk keperluan makan para pengungsi pun telah sampai di lokasi pengungsian yang ada di kawasan Keminting.

“Tenda Dinas Sosial dan BPBD Kobar telah berdiri sejak banjir makin tinggi, namun awalnya hanya ada beberapa warga saja yang mengisi tenda. Namun, karena air makin tinggi, akhirnya secara berangsur warga mulai mengisi tenda-tenda pengungsian yang jaraknya 3 Km dari Desa Rungun,” kata Ahmad Yadi, Minggu (19/7/2020).

Sementara itu, untuk keperluan warga Desa Kondang akan didroping logistik mengingat kendaraan dapur umum sangat tidak memungkinkan untuk masuk ke desa itu, sebab kondisi akses jalan darat terputus tergenang air.

“Tadi pun kendaraan logistik harus lewat Lamandau, karena saat ini jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama ada beberapa titik terendam banjir. Tim Tagana bersama warga akan bergotong royong untuk memasak, termasuk di Desa Kondang juga untuk keperluan makan warga akan dikerjakan oleh Tim TP PKK Desa Kondang,” ujar Ahmad Yadi.

Sementara itu, Plt Kepala BPBD Kobar Tengku Alisyahbana melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kobar Reneli mengatakan, banjir makin meluas bukan saja di Kecamatan Kotawaringin Lama, juga di Kecamatan Arut Selatan karena curah hujan masih tinggi. Selain itu banjir juga terjadi karena kiriman air dari Kabupaten Lamandau yang saat ini juga tengah diterjang banjir.

“Status Tanggap Darurat banjir akan diperpanjang hingga Tanggal 31 Juli 2020, dan perpanjangan tanggap darurat banjir ini telah mengalami dua kali perpanjangan mengingat banjir masih terus terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Kobar,” ujar Reneli. c-uli

iklan atas

Pos terkait

iklan atas