Rapid Test Palsu, 5 Sopir Truk Diamankan

  • Whatsapp
Rapid Test Palsu, 5 Sopir Truk Diamankan
Sopir truk saat menjalani pemeriksaan di Satreskrim Polresta Palangka Raya. TABENGAN/FERRY WAHYUDI
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Posko Lintas Batas Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Palangka Raya terus mendapati maraknya sopir yang memakai surat keterangan rapid test palsu. Kamis (16/7) malam, Posko Libas Palangka Raya-Buntok di Pahandut Seberang menemukan 5 truk CPO dari PT Mentari Laju Jaya Usaha yang menggunakan surat keterangan (suket) rapid test palsu.

Kelima sopir truk CPO lalu diamankan ke Polresta Palangka Raya. Gayung bersambut, Satreskrim Polresta Palangka Raya pun melakukan penyidikan terhadap kasus tersebut. Proses penyidikan tindak pidana pemalsuan dokumen kini telah dimulai terhadap 5 sopir truk.

“Ini sudah menjadi atensi nasional. Polresta Palangka Raya tidak akan main-main terhadap segala bentuk pelanggaran di tengah pandemi Covid-19. Kita akan mencari titik benar dari kasus ini,” tegas Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri melalui Kasat Reskrim Kompol Todoan Agung Gultom, Jumat (17/7) siang.

Proses pemeriksaan saat ini masih dilakukan terhadap ke-5 sopir truk. Pemeriksaan secara intensif dilakukan, termasuk kepada pihak perusahaan dari sopir truk tersebut. Berdasarkan keterangan MH, surat rapid test palsu didapatkan dari AN.

Lalu SU mendapatkan surat rapid test palsu dari MU. Senada, AB alias Boga juga mendapat surat rapid test palsu dari MU. Kemudian AN menerangkan bahwa telah dititpkan surat rapid test dari MU yang diberikan kepada MH yang diberikan bersamaan dengan uang jalan. AN mengetahui bahwa surat rapid test yang diberikan sudah dalam bentuk tertulis, tidak mengetahui secara rinci.

Dalam pemeriksaan lanjutan, MU mengakui membuat surat rapid test pada 7 Juni 2020. MU berinisiatif membawa 4 anak buahnya untuk rapid test di RS Siloam dengan biaya 80 persen dari perusahaan dan sisanya uang pribadi. Namun, 3 hari kemudian MU mencoba men-scanner surat asli untuk digandakan dan satu minggu kemudian berhasil membuat duplikat surat rapid test berlogo Siloam Hospital.

“Jadi ide ini dari MU untuk menyiasati keterbatasan anggaran. Pihak perusahaan mengetahui hal tersebut dan sempat menegurnya karena bisa mendapatkan masalah. Proses scan dokumen dilakukan di Kabupaten Kapuas,” tutur Gultom.

Saat ini proses pemeriksaan terhadap temuan surat rapid test palsu juga dilakukan kepada karyawan PT Windu Jaya Utama yang diamankan pada Rabu (15/7) lalu di Jalan Mahir Mahar Lintas Batas Palangka Raya-Pulang Pisau. Pemeriksaan intensif dilakukan kepada HB, karyawan PT Windu Jaya Utama yang membuat surat rapid test palsu dan memberikannya kepada supir truk.

“Penetapan tersangka akan segera kita lakukan dari dua kasus temuan pemalsuan surat rapid test, baik untuk temuan di Pahandut Seberang dan di Jalan Mahir Mahar. Inisialnya MU, AN dan HB,” tegasnya. fwa

iklan atas

Pos terkait

iklan atas