Disbudpar Sambangi DPRD, Klarifikasi Festival Budaya Handep Hapakat Secara Virtual 2020

  • Whatsapp
Disbudpar Sambangi DPRD, Klarifikasi Festival Budaya Handep Hapakat Secara Virtual 2020
Disbudpar Pulpis saat bertatap muka dengan DPRD Pulpis, dalam rangka klarifikasi dan memberikan penjelasasan tentang penyelenggaran Festival Budaya Handep Hapakat secara virtual 2020 yang memicu kontroversi publik.

PULANG PISAU/tabengan.com – Untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan dalam penyelenggaraan Festival Seni Budaya Handep Hapakat secara Virtual tahun 2020, pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) bersama rombongan menyambangi DPRD Kabupaten Pulpis, Jumat (17/07/2020).

Dalam pertemuan tatap muka itu, langsung diterima oleh Wakil Ketua II Nova Selvia, dan tiga Anggota DPRD Pulpis yakni Tandean Indra Bella, Dewi Satrika, dan Satria Wandi. Selain dari Kabid, Kasi dan Staf Budpar, juga langsung dihadiri oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disbudpar Pulpis Osa Maliki. Dalam pertemuan tersebut pihaknya meminta maaf secara langsung kepada DPRD, karena menyelenggarakan even tersebut tanpa melalui koordinasi dengan pihak-pihak yang lebih berkompeten, dan langsung mempromosikan kegiatan tersebut ke khalayak publik, khususnya di media sosial Facebook, Instagram dan lainnya melalui akun resmi milik Disbudpar Pulpis sehingga memicu kesalahpahaman.

“Intinya bahwa dinas di tengah pandemi Covid-19 berupaya melakukan inovasi di bidang seni lokal, namun untuk pelaksanaannya kemi merasa perlu hearing dengan wakil rakyat, karena terkait beberapa hal yang belum menuai kejelasan dalam pelaksanaan. Hasilnya, tadi dewan meminta dilakukan penundaan hingga waktu yang nantinya disepakati, namun sementara hasilnya diputuskan untuk ditunda dan kami dari dinas sangat menghormati saran tersebut,” terang Plt Kadisbudpar Pulpis Osa Maliki.

Selain menyampaikan permohonan maafnya, ia juga menyampaikan bahwa tidak ada maksud sama sekali untuk mendiskriminasi salah satu seni budaya yang ada di tengah masyarakat, apalagi seni budaya lokal, tetapi mereka juga mengakui ada kesalahan dan kekurangmatangan dalam mempersiapkan event tersebut, sehingga menuai kritik di tengah masarakat. Untuk itu mereka secara pribadi meminta maaf di hadapan para wakil rakyat.

“Apa yang menjadi saran dan pendapat pihak dewan, secara pribadi kami mengikuti, apa pun yang terbaik, termasuk menunda kegiatan itu kami siap,” jelasnya.

terpisah, Anggota DPRD Pulpis Tandean Indra Bella mengatakan, pertemuan pihaknya hanya memfasilitasi keinginan Disbudpar untuk menyampaikan klarifikasi, dimana pada Senin (20/7/2020), secara resmi akan dilaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi 2 yang akan kembali memanggil secara resmi pihak Disbudpar.

“Intinya tadi, pihak Disbudpar meminta maaf atas kekeliruan/kelalaian dalam media promosi kegiatan mereka tempo hari, dan disepakati kegiatan itu ditunda dulu. Selanjutnya dikoordinasikan dengan semua stakeholder, agar ditemukan konsep yang sesuai kontek event itu,” terang Tandeean yang juga pecinta seni dan budaya daerah.

Sementara, Ketua Fordayak Kabupaten Pulpis Diharyo menyambut baik rencana DPRD Kabupaten Pulpis yang akan secara resmi memanggil Disbudpar untuk RDP terkait dengan kegiatan Festival Budaya yang dilaksanakan tersebut, namun banyak mendapat respons negatif.

“Karena kegiatan itu menimbulkan gejolak dari masyarakat, ini sangat baik sekali. Kalau saran saya, lebih baik lomba TikToknya dihilangkan, cukup Lomba Video POP Daerah saja,” ujar Diharyo.

Untuk diketahui, kegiatan tersebut dibuka sejak tanggal 1 Juli 2020 dan berakhir pada 13 Agustus 2020 mendatang, sesuai tahapan akhir penjurian. Isi kegiatan tersebut dilaksanakan secara virtual di antaranya Penilaian Tari, Lomba Seni Kuda Lumping (revisi menjadi etnik), dan Lomba Tik Tok Pop Daerah, dengan total hadiah Rp30.000.000. c-mye

Pos terkait