BPS: Angka Ketimpangan Pengeluaran Penduduk Kalteng Naik 0.006 Poin

  • Whatsapp
BPS: Angka Ketimpangan Pengeluaran Penduduk Kalteng Naik 0.006 Poin
Kabid Statistik Sosial, Ambar Dwi santoso saat memaparkan makalah. ISTIMEWA
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Badan Pusat Statistik Kalimantan Tengah (BPS Kalteng) dalam rilisnya, Rabu (15/7/2020) lalu, menerangkan bahwa pada bulan Maret 2020, ketimpangan pengeluaran antarpenduduk di Provinsi Kalteng yang diukur oleh Gini Ratio sebesar 0,329 poin. Angka ini naik sebesar 0,006 poin jika dibandingkan dengan Gini Ratio September 2019 sebesar 0,335 poin.

Kabid Statistik Sosial BPS Kalteng Ambar Dwi Santoso mengatakan, Gini Ratio di perkotaan tercatat sebesar 0,361 atau turun 0,006 poin dibandingkan Gini Ratio September 2019 yang sebesar 0,367. Gini Ratio di perdesaan pada Maret 2020 tercatat sebesar 0,289 poin, atau turun 0,003 poin dibanding angka September 2019.

Ambar juga menjelaskan, distribusi pengeluaran pada kelompok penduduk 40 persen terbawah pada Maret 2020 tercatat 20,44 persen, atau berada pada tingkat ketimpangan rendah. Ditinjau menurut wilayah, distribusi pengeluaran penduduk 40 persen terbawah di perkotaan sebesar 18,39 persen, atau berada dalam kategori ketimpangan rendah. Sedangkan pada perdesaan, persentase distribusinya lebih tinggi yaitu 22,44 persen dan tergolong ketimpangan rendah.

Dijelaskan, merujuk data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2020 menunjukkan bahwa terjadi peningkatan rata-rata pengeluaran per kapita/bulan pada seluruh desil (masyarakat yang dibagi menurut 10 kelompok), di mana peningkatan pada desil 5 hingga desil 9 lebih kecil dibandingkan dengan desil lainnya. Artinya, kelompok menengah ke atas mengalami kontraksi rata-rata pengeluaran sehingga ketimpangan semakin turun.

Jika dilihat menurut wilayah, di perkotaan peningkatan tertinggi terjadi pada desil 2 dan 3 yang masing-masing mencapai 30,83 persen dan 43,07 persen. Hal ini berarti masyarakat kelompok bawah memiliki rata-rata peningkatan pengeluaran yang lebih besar daripada kelompok menengah ke atas. Sementara itu, di perdesaan peningkatan rata-rata pengeluaran terjadi hampir merata di desil 2 hingga 7. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa di perdesaan ketimpangan jauh lebih merata dibandingkan di perkotaan. ist/dsn

iklan atas

Pos terkait

iklan atas