Lamandau Tanggap Darurat Banjir, Pengungsi Bertambah Jadi 1.721 Jiwa

  • Whatsapp
Lamandau Tanggap Darurat Banjir, Pengungsi Bertambah Jadi 1.721 Jiwa
Banjir menggenangi perumahan warga di Jalan Batu Batanggui, Nanga Bulik, Lamandau. TABENGAN/KARAMOI
iklan atas

NANGA BULIK/tabengan.com – Banjir yang melanda wilayah Kabupaten Lamandau, khususnya Kota Nanga Bulik, hingga Kamis (16/7), belum juga surut. Karenanya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamandau telah menetapkan status tanggap darurat untuk musibah banjir kali ini.

Jumlah warga yang mengungsi akibat banjir juga terus bertambah. Berdasarkan data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamandau, Kamis pukul 10.22 WIB, sebanyak 845 jiwa dari 204 Kepala Keluarga (KK) warga Kecamatan Bulik telah mengungsi di 21 pos penampungan.

Selain ratusan warga di Kecamatan Bulik, sebanyak 105 KK warga Kecamatan Lamandau, 248 KK warga Kecamatan Belantikan Raya dan 35 KK warga Kecamatan Bulik Timur juga mengungsi di pos-pos pengungsian akibat bencana banjir.

Total warga yang mengungsi akibat banjir parah di Kecamatan Bulik, Bulik Timur, Lamandau dan Belantikan Raya sebanyak 1.721 jiwa dari 592 KK.

“Akibat tingginya intensitas hujan selama beberapa hari terakhir menyebabkan 8 kecamatan yang ada di Kabupaten Lamandau kebanjiran,” ungkap Bupati Lamandau H Hendra Lesmana di sela-sela memantau banjir di Jalan Batu Batanggui, Rabu (15/7) petang.

Pemerintah Daerah, lanjut dia, telah menetapkan status tanggap darurat banjir. Seiring itu pula, Pemkab melakukan upaya-upaya nyata, langsung siapkan pos pengungsian dan mengevakuasi warga-warga yang terdampak banjir.

“Tidak hanya menyiapkan pos pengungsian, kita juga menyiapkan dapur umum. Karena berkaitan dengan musibah banjir ini warga kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pangan,” bebernya.

Melihat potensi hujan yang masih tinggi, dalam kesempatan itu, Bupati Hendra juga mengimbau kepada warga masyarakat agar senantiasa waspada.

“Kita bersama dengan jajaran TNI-Polri terus menyosialisasikan kepada masyarakat, karena berdasarkan perkiraan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) curah hujan beberapa hari ke depan masih tinggi,” ujarnya.

Sebab itu, kepada masyarakat tetap selalu waspada. Kalau banjir sudah merendam rumah cukup parah lebih baik mengungsi. “Jangan terlalu khawatir dengan barang, sehingga mengabaikan keselamatan diri dan keluarga,” ucapnya. c-kar

iklan atas

Pos terkait

iklan atas