Pengungsi Banjir Lamandau Bertambah

  • Whatsapp
Pengungsi Banjir Lamandau Bertambah
Banjir merendam sejumlah kawasan di Kota Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau, Rabu (15/7). TABENGAN/KARAMOI
iklan atas

NANGA BULIK/tabengan.com – Banjir yang melanda Kabupaten Lamandau, terutama di wilayah Kota Nanga Bulik, semakin parah. Jumlah warga terdampak yang mengungsi juga terus bertambah.

Berdasarkan data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamandau, Rabu (15/7) pukul 11.56 WIB, khusus untuk Kecamatan Bulik sudah 141 KK dengan jumlah 479 jiwa yang mengungsi akibat tempat tinggalnya terendam banjir.

Ke-479 jiwa itu mengungsi di 17 tempat pengungsian, baik ke pos penampungan yang telah disiapkan ataupun ke tenda-tenda pengungsian.

Selain merendam ribuan rumah dan berbagai jenis bangunan fasilitas umum lainnya seperti bank, lingkungan MIN 1 Lamandau juga direndam air dengan ketinggian mencapai lebih 150 Cm atau setinggi dada orang dewasa.

Tak hanya itu, sejak Senin (13/7) malam lalu, banjir juga mulai merendam sejumlah jalan protokol perkotaan dan jalan perkampungan. Akibatnya, tak sedikit akses jalan seperti Jalan Batu Batanggui, jalan menuju alun-alun kota, Jalan Kubau, Jalan Niaga, Jalan Cempaka dan Jalan WR Supratman terpaksa dialihkan. Sementara dibuat rekayasa jalan menjadi satu jalur karena tidak bisa dilewati atau membahayakan pengguna jalan.

“Lebih dari 50 persen wilayah Kota Nanga Bulik terendam banjir, dan lebih dari separuh masyarakatnya terkena dampak,” ungkap Lurah Nanga Bulik Tania Pingkan, Rabu siang.

Diketahui, banjir yang menggenangi Kota Nanga Bulik dalam kurun waktu 4 hari terakhir disebabkan debit air Sungai Lamandau terus meluap. Luapan terjadi seiring kiriman air dari bagian hulu sungai dengan volume yang sangat besar, ditambah lagi hujan lokal dengan intensitas tinggi yang terus mengguyur.

Pantauan di lapangan, dari 13 RT se-Kota Nanga Bulik hanya lingkungan RT 13 yang betul-betul aman dari musibah banjir. Selebihnya, dipastikan ada bangunan rumah atau fasilitas umum yang terendam, walaupun tidak separah kawasan permukiman di sekitar bantaran sungai dan dataran rendah.

Hingga berita ini diturunkan, tidak ada korban jiwa dalam musibah banjir kali ini. Namun, diprediksi kerugian materi akibat banjir mencapai ratusan juta rupiah. c-kar

iklan atas

Pos terkait

iklan atas