Hutan Hilang Penyebab Banjir Lamandau, Walhi: Diduga Pembukaan Lahan Perusahaan

  • Whatsapp
Hutan Hilang Penyebab Banjir Lamandau, Walhi: Diduga Pembukaan Lahan Perusahaan

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kalimantan Tengah (Kalteng) Dimas Novan Hartono menegaskan, banjir yang terjadi di Kabupaten Lamandau merupakan konsekuensi yang tidak dapat dihindarkan, yang semua itu akibat dari perbuatan manusia dan juga kebijakan negara.

“Pembukaan lahan yang dilakukan perusahaan memiliki keterkaitan yang sangat erat dalam menyebabkan terjadinya banjir ini. Buruknya tata kelola sumber daya alam (SDA) di Kalteng, di mana lokasi-lokasi yang seharusnya terjaga hutannya, malah dibuka, dan dialihfungsikan untuk investasi skala besar, kemudian melakukan land clearing di lokasi tersebut,” kata Dimas, di Palangka Raya, Rabu (15/7).

Hilangnya tutupan hutan yang berhutan, kata Dimas, memiliki hubungan erat dengan kurangnya perhatian banyak pihak terhadap lingkungan hidup. Kebijakan pemerintah dengan pemberian izin tanpa melihat daya dukung dan daya tampung lingkungan menjadi salah satu penyebab banjir. Meskipun curah hujan tinggi, apabila kondisi hutan masih terjaga, maka banjir tidak akan terjadi di beberapa wilayah Kalteng.

Banjir yang terjadi saat ini, ungkap Dimas, khususnya di Kabupaten Lamandau dan wilayah lain di Kalteng, karena tidak ada lagi hutan. Banyak lokasi yang dulunya hutan, sudah terbuka karena faktor pengalihfungsian lahannya. Hutan yang dulunya mampu menjadi benteng alami dalam penyerapan air, telah hilang dan menyebabkan banjir di mana-mana. ded

Pos terkait