Ibu Hamil Diminta Ketat Jalani Protokol Kesehatan

  • Whatsapp
Ibu Hamil Diminta Ketat Jalani Protokol Kesehatan
Lynda Kristiane

PURUK CAHU/tabengan.com – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Murung Raya Lynda Kristiane Perdie meminta ibu hamil di daerah tersebut agar jalani protokol kesehatan yang ketat dalam menyikapi pandemi Covid-19.

Sebagai insan yang rentan tertular virus jenis baru yang dikenal dalam bahasa medis SARS-CoV-2, berdasarkan keterangan CDC (Center for Desease Control) pada kondisi fisik, ibu hamil akan mengalamai perubahan sistem imun sehingga ketika terinfeksi Covid-19 akan beresiko fatal seperti mengalami kondisi gawat janin dan kemungkinan lain akan menimbulkan persalinan premature.

Kendatipun secara ilmiah memang kondisi seperti itu masih belum bisa dibuktikan. Namun , berdasarkan pengalaman beberapa kasus ibu hamil positif Covid-19 yang ditangani oleh rumah sakit besar (sumber dari media nasional) mengatakan ibu hamil cenderung mengalami kondisi gawat janin dan terjadi persalinan premature.

Kemudian berita baiknya, ibu hamil yang terinfeksi Covid-19 tidak perlu khawatir. Dibuktikan dari beberapa kasus melahirkan normal positif corona virus tidak akan menginfeksi kepada bayi selama tidak terkena cairan droplet atau percikan ludah. Sedangkan resiko penularan Covid-19 pada bayi melewati ASI belum ditemukan.

“Sebagai sesama perempuan saya selaku pribadi maupun kelembagaan mengimbau kepada ibu yang sedang menjalani masa kehamilan agar betul betul ketat dalam menjaga kehamilan, khususnya secara aktif melakukan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19. Hal ini saya anjurkan kepada ibu hamil di Mura demi keselamatan ibu dan bayinya karena kondisi fisik saat seorang ibu yang sedang hamil, sistem imunnya terjadi perubahan. sehingga cendrung beresiko terhadap proses persalinan,” ungkap Lynda Kristiane Perdie, Senin (14/7)

Lynda yang juga Kepala Dinasi Pemberdayaan, Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKbP3A) Mura tersebut juga mengajak kepada kaum bapak-bapak untuk terlibat aktif dalam menjaga istri tercintanya. Dengan aktif mendukung proses kehamilan serta melakukan pengawasan yang ketat akan menekan resiko ibu hamil tertular Covid-19. Terlebih lagi diharapkan, ibu hamil di Mura dapat melahirkan dalam kondisi yang sehat dan bayinya pun selamat. Dan bila diperhadapkan kemungkinan terburuk pasangannya suspect Covid-19 sudah mengerti protap yang harus dilakukan sebagai langkah antisipasi.c-sjs

Pos terkait