Beruntun, 3 Warga Katingan Hilang Misterius

  • Whatsapp
Beruntun, 3 Warga Katingan Hilang Misterius
Sekda Katingan Nikodemus bersama warga Desa Pendahara mencari Ungga Nusi, salah satu korban yang hilang sampai ke hutan, Senin (13/7).

KASONGAN/tabengan.com – Tiga warga Kabupaten Katingan hingga kini belum ditemukan. Korban yang rata-rata berusia senja ini hilang misterius secara beruntun. Meski sudah dicari ke mana-mana, baik di hutan, di sungai, bahkan dengan ritual adat, hasilnya tetap nihil.

Korban pertama yang hilang adalah Mile (60) warga Desa Tumbang Habangoi, Kecamatan Petak Malai. Korban kedua, Rayan Hamat (83) warga Desa Tewang Karangan, Kecamatan Pulau Malan. Kemudian, Ungga Nusi (75) warga Desa Pendahara, Kecamatan Tewang Sanggalang Garing.

Sebagian warga menduga mereka hilang karena tersesat dan lupa jalan pulang. Namun, tak sedikit yang menduga disembunyikan oleh makhluk halus atau makhluk gaib.

Informasi dihimpun Tabengan, korban pertama Mile diketahui hilang pada Selasa (23/6) lalu. Sampai sekarang, warga Desa Tumbang Habangoi masih terus berupaya mencari korban, namun tak kunjung ditemukan. Hilangnya Mile berawal saat ditinggal suami dan anaknya untuk membersihkan ladang. Saat itu korban tinggal di pondok mengerjakan pekerjaan dapur.

Pada pukul 16.00 WIB, suami dan anaknya pulang ke pondok. Namun, Mile tidak ada di pondok, lalu dicari ke sekitar pondok namun hanya ditemukan bekas tebasan membersihkan tanaman cabai yang ada di samping pondok. Hanya ditemukan sandal dan lanjung. Hingga kini keberadaan korban apakah masih hidup atau sudah tiada lagi masih menjadi tanda tanya.

Korban kedua, Rayan Hamat hilang sejak Sabtu (4/7) sekitar pukul 15.00 WIB. Korban menghilang dari rumahnya di Desa Tewang Karangan, Kecamatan Pulau Malan.

Camat Pulau Malan Hariawan membenarkan kejadian tersebut. Hingga kini korban belum ditemukan dan masih dilakukan pencarian, baik secara langsung maupun secara gaib atau ritual.

Korban ketiga, Ungga Nusi, warga Desa Pendahara, Kecamatan Tewang Sanggalang Garing. Dia diketahui hilang oleh keluarganya sejak Rabu (8/7) dan sudah dilaporkan ke Polsek Tewang Sanggalang Garing pada Sabtu (11/7) lalu.

Korban Ungga diketahui sebelumnya oleh pihak keluarga pada Rabu pagi masih ada dan bertandang ke rumah keponakannya untuk minum secangkir kopi sambil berbincang. Kala itu, Ungga menyatakan ingin ke seberang sungai Desa Pendahara mencari lokasi puya (zirkon).

Setelah itu keponakan korban ke dapur. Namun, saat ditinggal ke dapur korban langsung keluar rumah tanpa berpamitan, dan hingga kini tidak pulang-pulang ke rumah. Keluarga korban bersama warga sekitar mencari korban hingga ke lokasi di mana korban ingin bekerja namun tidak ditemukan.

“Hingga kini korban masih kami cari bersama warga desa. Kami berharap agar pemerintah baik pemerintah daerah, provinsi, dapat membantu dalam melakukan pencarian korban dengan menurunkan tim,” harap Nanang Ariyanto, warga Desa Pendahara, Senin.

Kapolres Katingan AKBP Andri Siswan Ansyah SIK melalui Kapolsek Tewang Sanggalang Garing Iptu Arie membenarkan kejadian hilangnya warga Katingan tersebut dan saat ini masih dalam pencarian.

Sementara itu, Bupati Katingan Sakariyas ketika ditemui Tabengan menuturkan, terkait dengan masalah orang hilang yang hingga kini belum ditemukan, membuatnya bingung karena yang hilang tersebut rata-rata usia lanjut.

“Karena sudah tua ini makanya kita harus menjaga mereka. Karena contoh saja di kampung saya, ada orang tua dulunya suka membersihkan halaman rumah, namun apabila sudah jalan, maka lupa jalan untuk pulang. Barangkali di usia yang di atas 60 tahun bahkan 80 tahun tersebut hilang diduga apakah lupa jalan pulang atau tersesat,” kata Sakariyas.

Sakariyas juga sudah meminta Tim SAR untuk membantu mencari korban. Turunnya Tim SAR ini atas dasar laporan camat kepada pemerintah daerah yakni Bupati Katingan.

“Kita berharap korban cepat ditemukan dengan keadaan selamat dan sehat, sehingga bisa berkumpul kembali bersama keluarganya,” kata Sakariyas. c-sus

Pos terkait