Insentif Nakes Belum Dibayar, Wagub: Sudah Direkap, Minggu Depan Selesai

  • Whatsapp
Insentif Nakes Belum Dibayar, Wagub: Sudah Direkap, Minggu Depan Selesai
drg Yayu Indriati
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas merawat pasien positif Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Doris Sylvanus Palangka Raya belum menerima insentif dari pemerintah sempat curhat dan viral di media sosial (medsos) Facebook. Namun, tidak beberapa lama, postingan itu sudah hilang.

Direktur RSUD dr Doris Sylvanus drg Yayu Indriati mengakui, ada nakes relawan dan nakes organik yang bertugas di rumah sakit dalam merawat pasien Covid-19. Untuk insentif nakes organik RSUD memang belum dibayarkan sampai sekarang karena masih dalam tahap verifikasi.

“Untuk nakes organik RSUD belum dibayarkan karena masih verifikasi. Untuk nakes relawan sudah kucuran sebanyak 3 kali periode Maret, April dan Mei. Bulan Juni masih verifikasi karena perubahan penetapan sumber anggaran, kami harus menyesuaikan lagi sedikit,” kata Yayu, via WhatsApp, Senin (13/7).

Menurut Yayu, masih mencermati Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) yang terbaru nomor HK 01.07/Menkes/392/2020, 30 Juni 2020 sebagai pengganti dan mencabut KMK 01.07/Menkes/278/2000 dan mencabut KMK 01.07/Menkes/374/2020, semua tentang pemberian insentif dan santunan kematian bagi nakes yang menangani Covid-19.

Kemudian mencermati juga Surat Edaran (SE) Juknis 03.07/11/1119/2020, tertanggal 3 Juli 2020 tentang pemberian insentif nakes dalam penanganan Covid-19. Juga menyesuaikan dengan Surat Keputusan (SK) Gubernur nomor 188.44/178/2020 tentang standar harga honorarium Satgas Covid-19 di RSUD dr Doris Sylvanus, dengan prinsip kehati-hatian, membagi sesuai zona agar jangan ada kesalahan karena jumlah nakes organik rumah sakit banyak.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kalteng Habib Ismail bin Yahya mengatakan, sudah berkomunikasi langsung dengan Direktur RSUD Doris Sylvanus. Memang, kata Habib, ada aturan baru dari Kemenkes mengenai insentif maupun honor nakes yang terlibat dalam penanganan Covid-19 bisa dibayarkan oleh pusat ataupun daerah.

“Andai kata insentifnya kita harapkan dari pusat, syaratnya itu banyak sekali yang harus dilaksanakan oleh pihak rumah sakit. Tidak mudah karena ada kesulitan-kesulitan dalam persyaratannya. Sekarang ini sudah direkap semuanya, supaya tidak ada penggelembungan jam dinas atau jam jaga. Yang jelas dibayarkan melalui BTT tahap dua melalui APBD. Insya Allah, minggu depan sudah selesai,” kata Habib.

Selain itu, lanjut Habib, Direktur RSUD sudah mengambil jalan koordinasi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang akan dibayarkan insentif nakes dari Bantuan Tidak Tetap (BTT) tahap kedua. Insentif untuk nakes relawan sudah dibayarkan semuanya, yang belum nakes organik namun sebetulnya mereka ini ada gaji ditambah tunjangan lainnya.

“Yang belum insentifnya dari daerah saja selama bertugas penanganan Covid-19, sehingga ini bukan sesuatu hal yang disengaja,” kata Habib. yml

iklan atas

Pos terkait

iklan atas