Hilangkan Penat, Bupati Katingan Mancing di Sungai

  • Whatsapp
Hilangkan Penat, Bupati Katingan Mancing di Sungai
Bupati Katingan Sakariyas saat memancing ikan di sungai yang ada Kecamatan Kamipang sekaligus melihat kondisi pembangunan yang ada diwilayah tersebut.

KASONGAN/tabengan.com – Ditengah kesibukannya sebagai seorang pemimpin untuk mengurus kemajuan dan kesejahteraan masyarakatnya, terlebih saat ini harus fokus menangani pencegahan penyebaran Covid 19 agar di wilayahnya bebas dari Covid 19, Bupati Katingan Sakariyas sejenak rileks menghilangkan penatnya diakhir pekan dengan cara memancing ikan di sungai Katingan.

Hal ini memang tidak biasa dilakukannya, bahkan sejak menjabat sebagai Wakil Bupati Katingan pada periode sebelumnya hingga menjabat sebagai Bupati Katingan, sosok Sakariyas tidak pernah terlihat ikut memancing ikan disungai. Hal tersebut karena kesibukannya yang luar biasa sebagai seorang pemimpin untuk mengurus masyarakat, pembangunan di wilayahnya agar bisa maju dan bersaing dengan Kabupaten dan Kota lainnya.

Saat ini lokasi yang dituju Bupati Katingan untuk memancing ikan, yakni DAS Katingan di wilayah Kecamatan Kamipang Desa Baun Bango dengan jarak tempuh menggunakan trasportasi jalur darat dari Kota Kasongan ibukotanya Kabupaten Katingan sekitar 1,5 jam. Setibanya di lokasi untuk memancing, Bupati Katingan yang ditemani warga sekitarmengingatkan, agar masyarakat selalu menjaga kelesatarian ikan di sungai dengan cara tidak menangkap ikan menggunakan sentrum atau racun potas.

“Kita memancing ini sebagai hiburan saja untuk menghilangkan penat diakhir pecan. Kita sangat mengharapkan, bila kita memancing di DAS Katingan, ikannya masih banyak. Saat ini masih banyak berbagai jenis ikan baik ikan disini, antara lain patin, baung, haruan, pipih, tabiring dan jenis ikan lainnya. Dengan berlimpahnya hasil alam ini, masyarakat Katingan menjadi dan harus gemar makan ikan karena ikan, karena merupakan makanan bergizi tinggi apalagi bila dikonsumsi oleh anak-anak, maka akan dapat mencegah terjadinya stunting lantaran daging ikan memiliki gizi yang sangat tinggi, dan bagus untuk perkembangan anak-anak,” kata Bupati Katingan, Minggu (12/7)

Untuk itu, lanjut Bupati, perlu kerja sama dengan semua pihak untuk mensosialisasikan kepada masyarakat atau nelayan agar meninggalkan cara–cara lama dan illegal dalam menangkap ikan. Bila menggunakan cara illegal, maka sanksi pidana bisa diberlakukan bagi yang melanggarnya. Apabila menggunakan cara illegal seperti racun ptas ataupun sentrum ekositem ikan akan habis, sehingga apa yang nanti diwariskan kepada anak cucu kita nantinya karena kesulitan mendapatkan ikan di Sungai.

Menurut Bupati, dengan cara memancing seperti itu tidak akan merusak ekosistem ikan yang ada. Memancing, selain ramah lingkungan juga dapat menghilangkan penat, stress maupun lainnya, apalagi bila kita memancing baik di sungai maupun danau bersama-sama keluarga, maka itu sangat mengasikkan dan menyenangkan.

“Saya menghimbau kepada masyarakat agar tidak menggunakan racun maupun setrum untuk menangkap ikan baik di sungai maupun di danau, karena selain selain membuat semua ikan mati juga dapat membahayakan pelakunya. Racun kimia untuk menangkap ikan di sungai akan larut di air, sedangkan masyarakat kita masih ada yang memanfaatkan sungai untuk berbagai kebutuhan baik mandi, mencuci maupun memasak. Untuk itu jangan gunakan cara yang illegal dalam menangkap ikan,” pesan Bupati.

Dari hasil memancing hingga sore itu, wajah Bupati Katingan nampak fresh (segar) dan senang serta banyak tersenyum, apalagi beliau berhasil mendapatkan beberapa ikan patin sungai yang katanya sangat enak untuk dimasak baik dibakar, apalagi dibuat sayur asam sehingga bisa dimakan bersama keluarga. suseno

Pos terkait