Beruang Madu Rusak Tanaman Buah Warga

  • Whatsapp
Beruang Madu Rusak Tanaman Buah Warga
Petugas BKSDA Pos Sampit saat memasang perangkap beruang, beberapa waktu lalu.
iklan atas

SAMPIT/tabengan.com – Belakangan ini banyak satwa liar yang mulai mendekati kawasan permukiman penduduk. Jika sebelumnya orangutan, maka kali ini yang meresahkan warga adalah gangguan beruang madu. Satwa ini juga merusak tanaman buah milik warga.

Komandan BKSDA Pos Sampit Muriansyah mengungkapkan, sedikitnya ada dua laporan gangguan beruang madu yang sudah mereka terima. Pertama, kemunculan dan gangguan beruang madu di Desa Bangkal, Kecamatan Seruyan Raya, Kabupaten Seruyan. Saat itu beruang madu berada di belakang rumah warga dan memakan tanaman buah milik warga.

“Laporan kemunculan dan gangguan beruang madu di wilayah Desa Sebabi, Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotim. Pelapor atas nama Yustinus. Beruang berada di belakang rumahnya. Merusak pohon kelapa dan memakan buah nangka. Kejadian berulang, setiap masuk musim kemarau. Tahun 2019, Pak Yustinus pernah juga melaporkan tentang kemunculan dan gangguan beruang,” terang Muriansyah, Jumat (10/7/2020).

Kemudian tanggal 7 Juli 2020, gangguan beruang juga dilaporkan terjadi di Desa Selunuk Kecamatan Seruyan Raya, Kabupaten Seruyan. Beruang madu juga merusak tanaman buah warga. “Untuk yang di Sebabi, rencananya mau dipasang perangkap beruang,” tandasnya.

Untuk warga Sampit, terutama warga yang tinggal di perumahan-perumahan yang berada di pinggiran Kota Sampit yang masih banyak semak belukarnya, jangan lagi membuang sampah rumah tangga ke semak belukar.

“Hal tersebut sama saja mengundang satwa liar khususnya beruang datang ke tempat tersebut,” ungkapnya.

Ditambahkan, banyaknya laporan beruang mendekati permukiman, karena pada musim kemarau, satwa liar biasanya masuk ke sekitar pemukiman, ladang atau kebun untuk mencari makan atau minum. c-arb

iklan atas

Pos terkait

iklan atas