Rapid Test Rp150 Ribu Belum Berlaku, Layanan Klinik Swasta Terancam Tutup

  • Whatsapp
Rapid Test Rp150 Ribu Belum Berlaku, Layanan Klinik Swasta Terancam Tutup
iklan atas

SAMPIT/tabengan.com – Surat edaran Kementerian Kesehatan RI mengenai batasan tarif tertinggi pemeriksaan rapid test antibodi sebesar Rp150 ribu belum berlaku di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Seperti yang diungkapkan Nurul (27), warga Kecamatan MB Ketapang, ketika hendak melaksanakan pemeriksaan rapid test di salah satu klinik swasta di Kota Sampit, ia masih dikenakan tarif sebesar Rp450 ribu.

“Katanya Rp150 ribu, tapi ternyata masih saja saya kena tarif yang mahal. Kalau seperti ini harga rapid testnya lebih mahal daripada harga tiket kapal laut,” keluhnya, Rabu (8/7).

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kotim dr Faisal Novendra Cahyanto mengatakan, di Kotim hanya klinik swasta yang melayani pemeriksaan rapid test. Sementara fasilitas layanan kesehatan milik pemerintah belum melayani rapid test berbayar.

Menurut Faisal, jika klinik swasta harus memenuhi batasan tarif tertinggi untuk rapid test, dikhawatirkan pihak klinik akan menutup layanan tersebut, karena komponen lain belum tertutupi.

“Kalaupun alat rapid test bisa dibeli dengan harga Rp75 ribu, itu pun kalau barangnya tersedia. Kemudian juga komponen lain seperti lancet, alkohol, serta APD seperti handscoon, hazmat, face shield, biaya limbah B3 dan jasa belum dihitung,” terangnya.

Dikatakan, selain harus mengeluarkan biaya untuk APD, sejumlah klinik swasta juga harus membayar jasa dokter spesialis. Karena hasil rapid test di klinik swasta yang membaca interpretasi dan tanda tangan dilakukan oleh dokter spesialis. Jika pemeriksaan rapid test di klinik swasta sebelumnya dikenakan tarif Rp450 ribu, itu dikarenakan sudah termasuk dengan komponen-komponen lain seperti APD.

“APD kan sekali buang juga per episode pemeriksaan. Klinik swasta kan prinsipnya harus return of investment,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kotim Supian Hadi mengatakan, pihaknya berusaha membantu masyarakat dengan mengadakan pemeriksaan rapid test dengan harga terjangkau melalui PMI setempat.

Saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan PMI terkait anggaran, apakah bisa nantinya PMI melaksanakan pemeriksaan rapid test sesuai dengan batasan tarif tertinggi yang telah ditentukan pemerintah pusat. c-may

iklan atas

Pos terkait

iklan atas