Oknum Kades dan Perangkatnya Cabuli Siswi SMP Hingga Hamil

  • Whatsapp
Oknum Kades dan Perangkatnya Cabuli Siswi SMP Hingga Hamil
Tiga tersangka pencabulan terhadap siswi SMP beserta barang buktinya hingga korban hamil. ISTIMEWA

KASONGAN/tabengan.com – Seharusnya seorang pejabat baik di tingkat kota maupun desa dapat memberikan contoh yang baik kepada warganya, bukan malah memberikan aib, seperti yang dilakulan oleh oknum Kepala Desa (Kades) di wilayah Kabupaten Katingan ini. Hen (47) beserta perangkatnya Alw (39) dan Nik (24), diduga mencabuli seorang perempuan yang masih duduk di bangku SMP, bahkan masih di bawah umur sebanyak 8 kali hingga hamil.

Kapolres AKBP Andri Siswan Ansyah SIK melalui Kasat Reskrim Iptu Adhi Heriyanto membenarkan kejadian dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur yang dilakukan oleh oknum Kades dan 2 orang perangkat desa. Bahkan kini, Kades dan perangkatnya sudah ditetapkan tersangka dan ditahan di Mapolres Katingan.

“Penangkapan terhadap 3 orang ini atas dugaan pencabulan terhadap sebut saja Bunga (17) sejak Juli 2019 hingga Mei 2020. Para tersangka merupakan kepala dan perangkat Desa TM Kecamatan Tewang Sangalang Garing,” kata Adhi, Rabu (8/7/2020).

Menurut Adhi, korban masih berusia 17 tahun dan merupakan siswi salah satu SMP di Kecamatan Tewang Sangalang Garing. Berdasarkan keterangan korban, persetubuhan ini terjadi di tempat berbeda, mulai dari Perumahan Guru SMP 1 TM hingga Perumahan BTN Kasongan Baru, lokasi tambang emas Talian Kereng, di semak kebun desa, di rumah Kades bahkan di Kantor Desa TM.

Lanjut Adhi, tersangka Nik (24) 3 kali melakukan persetubuhan di Perumahan Guru, BTN Kasongan Baru dan tambang emas Desa Talian Kereng, Kecamatan Katingan Hilir. Tersangka memaksa walaupun korban melawan karena tidak berdaya dan di bawah tekanan sehingga terjadi persetubuhan itu.

“Tersangka Alw (39) mencabuli 1 kali terhadap korban di ladang atau kebun Desa TM karena saat itu masa tanam padi korban dibujuk untuk diantar pulang. Di tengah jalan tersangka berhenti dan mendorong korban hingga jatuh ke semak. Korban melawan, namun tersangka mengancam untuk tidak membicarakan ke orang lain,” terang Adhi.

Sedangkan tersangka Hen (47) yang merupakan Kades TM ini telah melakukan aksi persetubuhan sebanyak 4 kali. Saat ada acara hajatan korban diminta untuk ke rumah Kades, di sana tersangka mengikuti korban, sesampai di rumah, tersangka menarik tangan korban dan memaksa korban untuk melayani nafsunya.

Kemudian lanjut Adhi, tersangka menyetubuhi korban dengan memaksa dan mengancam korban di kantor Desa TM saat hendak memfotokopi KTP orang tuanya. Saat itu korban dipaksa dan dibawa ke dapur kantor desa hingga disetubuhi.

“Para tersangka dalam melakukan aksinya selalu mengancam korban. Kami mengamankan tersangka Hen dan Alw, Selasa (7/7) malam sedangkan Nik, Rabu (8/7) dini hari. Dari ketiga tersangka berbeda banyaknya telah melakukan persetubuhan, hingga hasil pemeriksaan dokter, korban dalam keadaan hamil sekitar 5 bulan,” terang Adhi.

Saat ini, kata Adhi, para tersangka dan barang bukti diamankan di Mapolres Katingan untuk proses lebih lanjut. Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 81 ayat (1) Undang-Undang RI No 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi UU. Dengan ancaman minimal 2 tahun dan maksimal 15 tahun penjara. c-sus

Pos terkait