Selama Covid-19, Pekerjaan Fisik Dibatalkan, PAD Turun Signifikan

  • Whatsapp
Selama Covid-19, Pekerjaan Fisik Dibatalkan, PAD Turun Signifikan
iklan atas

SAMPIT/tabengan.com – Selama masa pandemi Covid-19 di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), alokasi anggaran yang semula sudah ditetapkan oleh Pemkab Kotim murni pada tahun anggaran 2020 banyak mengalami pemangkasan.

Akibatnya, khusus pekerjaan fisik yang sudah direncanakan banyak dibatalkan, termasuk dari Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik tahun 2020.

Wakil Bupati Kotim HM Taufiq Mukri mengatakan, tidak hanya pekerjaan fisik yang dipangkas namun belanja operasional seperti perjalanan dinas mengalami hal yang serupa.

“Dengan adanya pemangkasan belanja tersebut tentu berdampak pada pencapaian target kinerja perangkat daerah dan target kinerja daerah. Untuk itu saya meminta target sebelumnya yang telah ditetapkan agar dianalisa kembali menyesuaikan dengan kondisi saat ini,” ujarnya ketika acara Rapat Koordinasi Pengendalian (Rakordal) Kegiatan Pembangunan Triwulan III Kotim di Aula Kantor Bappeda Kotim, Selasa (7/7/2020).

Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa selama masa Covid-19, penerimaan daerah menurun sangat signifikan baik yang bersumber dari penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) maupun penerimaan dari transfer dana pusat dan provinsi. Sehingga pihaknya harus melakukan pemangkasan belanja sebanyak hampir 50 persen.

Begitu pula untuk hasil laporan pelaksanaan kegiatan pembangunan pada triwulan II, dimana hampir semua perangkat daerah hanya tersisa belanja rutin seperti belanja gaji, TPP, jasa listrik, air dan internet.

Kemudian khusus di bidang ekonomi makro daerah dari sektor lapangan usaha dalam Pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) beberapa sektor sangat signifikan terdampak. Seperti sektor penyediaan akomodasi dan makan minum, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor.

“Seperti pada sektor penyediaan akomodasi dan makan minum beberapa hotel tutup. Dengan tidak adanya kegiatan perhotelan maka berdampak pada penerimaan daerah di sektor pajak,” terangnya.

Meski demikian, menurutnya, target belanja harus diupayakan tercapai pada triwulan II yakni realisasi keuangan sebesar 50 persen. Dan realisasi fisik di atas 50 persen. c-may

iklan atas

Pos terkait

iklan atas