Penolakan Isolasi Mandiri Menyalahi Hukum

  • Whatsapp
Penolakan Isolasi Mandiri Menyalahi Hukum
Parlin Bayu Hutabarat
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com- Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Genta Keadilan menyayangkan pemasangan spanduk penolakan pada pagar rumah warga Kompleks Duta II Jalan Jati Kota Palangka Raya yang sedang melakukan karantina mandiri terkait kasus Covid-19.

“Menurut hukum itu tidak dibenarkan dan tindakan penolakan tersebut adalah bentuk upaya menghalangi upaya penanggulangan wabah penyakit yang dapat dikenakan ancaman pidana,” tegas Advokat Parlin Bayu Hutabarat, Kamis (2/7/2020).

Peristiwa berlatar belakang saat suami pemilik rumah meninggal akibat terpapar Covid-19. Sang istri meski dalam kondisi berduka segera mengambil inisiatif untuk melakukan isolasi mandiri di rumahnya untuk memisahkan diri sementara dari lingkungan sekitar. Rupanya sejumlah oknum warga menolak rencana pemilik rumah dan memasang spanduk penolakan tepat di pagar rumah.

Menurut Parlin, penolakan itu dapat berujung pada ancaman pidana penjara selama satu tahun dengan mengacu pada ketentuan Pasal 14 UU No 4 tahun 1984 tentang wabah penyakit menular.

Parlin menyarankan peristiwa ini harus segera direspons cepat oleh pemerintah melalui penegak hukum agar ada pemahaman kesadaran masyarakat dalam menghadapi Covid-19. Atas kejadian tersebut, seyogyanya tindakan karantina mandiri itu harus didukung warga karena itu bentuk kesadaran dalam penanggulangan wabah penyakit. Bilamana ada sikap warga yang menolak tersebut, hendaknya aparat penegak hukum bersama Tim Gugus Covid-19 bereaksi cepat agar tidak menimbulkan keresahan baik bagi warga maupun pihak yang sedang melakukan karantina mandiri.

“Bila perbuatan (penolakan) itu telah mengandung unsur paksaan maka tindakan itu dapat dikenakan pasal 335 KUHPidana tentang perbuatan tidak menyenangkan,” jelas dia.

Tapi pengaduan pidana secara pribadi oleh warga yang melakukan isolasi mandiri dapat menjadi beban tersendiri. “Karena satu sisi sedang melakukan tindakan karantina namun disisi lain harus keluar rumah sementara karantina mandiri mengharuskan org itu tidak keluar rumah,” tutur Parlin.

Dia berharap masyarakat tetap turut mengawasi tapi sekaligus mendukung selama pelaksanaan isolasi mandiri itu sesuai protokol kesehatan yang berlaku. dre

iklan atas

Pos terkait

iklan atas