Momentum Hari Jadi Ke-18 Kabupaten Pulpis, Bahu-membahu Sukseskan Ketahanan Pangan Nasional

  • Whatsapp
Momentum Hari Jadi Ke-18 Kabupaten Pulpis, Bahu-membahu Sukseskan Ketahanan Pangan Nasional
Kadisnakertrans Pulpis Farisco Js Ibat

PULANG PISAU/tabengan.com- Hari Jadi Ke-18 Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) yang jatuh pada Kamis, 2 Juli 2020, menjadi momentum kerja keras di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Pulpis. Pada Hari Jadi Ke-18 ini, Disnakertrans Pulpis ekstra maksimal dalam membantu menyukseskan program ketahanan pangan (food estate).

Kadisnakertrans Pulpis Farisco Js Ibat mengatakan, dalam pengembangan program food estate di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) pihaknya sangat mendukung dan menyambut baik terhadap program dimaksud.

“Program ini sangat memiliki nilai positif dalam meningkatkan produksi pangan nasional, sehingga memiliki nilai tambah bagi tenaga kerja ataupun petani, baik dari sisi pendapatan maupun kesejahteraan. Menyambut Hari Jadi Ke-18 ini harapan kami menjadi berkah bagi masyarakat di Bumi Handep Hapakat,” ujar Farisco seraya mengucapkan Selamat Hari Jadi Ke-18 Kabupaten Pulpis, Kamis.

Melalui Tema Hari Jadi Ke-18 Kabupaten Pulpis yakni Pulang Pisau Bersatu Melawan Covid-19, kata Farisco, tentu ada sebuah perjuangan untuk menyukseskan Kabupaten Pulpis sebagai lumbung padi nasional dan perlunya kekompakan dari seluruh stakeholder, dan ini juga menjadi tantangan bersama di tengah pandemi.

“Pejuangan kita di tengah pandemi Covid-19 sangat terasa, dan di sinilah kita saling bahu-membahu dalam menyukseskan food estate ini,” terangnya.

Untuk mendukung dalam pengelolaan program ketahanan pangan dimaksud, pihaknya sangat berharap nantinya masyarakat lokallah yang menjadi prioritas dengan mengedepankan kearifan lokal yang ada.

“Artinya, dalam pengelolaannya menggunakan tenaga kerja dan petani setempat,” harap Farisco.

Farisco menambahkan, karena itu dalam pengembangan ketahanan pangan khususnya di Kabupaten Pulpis masih belum pasti harus mendatangkan transmigrasi baru, karena seluas-luasnya untuk masyarakat lokal di wilayah Kabupaten Pulpis.

“Kita lebih mengutamakan penduduk lokal dan seluas-luasnya untuk masyarakat di Bumi Handep Hapakat. Nah, jika kita mengharuskan mendatangkan transmigrasi dari luar, tentunya seluas-luasnya di Bumi Tambun Bungai, Kalteng saja, bukan harus mendatangkan dari luar provinsi kita, itu perlu dipahami,” tegas Farisco.

Lebih lanjut Farisco menegaskan, jika nantinya atau ternyata akan dibuka transmigrasi baru, maka pola SP Pugar lah yang akan dilaksanakan, atau lebih mendahulukan untuk masyarakat lokal di Bumi Handep Hapakat, dan itu pun orang yang ditempatkan sudah melalui seleksi, memiliki kemampuan, keahlian dalam bidangnya, yang ditunjang dengan berbagai bentuk pelatihan kerja untuk pengelolaan ketahanan pangan dimaksud.

“Kita menempatkan orang-orang ini tidak serta merta comot begitu saja, tentunya akan ada tahapan-tahapan yang betul-betul untuk menyukseskan program ketahanan pangan. Dan yang jelas dapat dicatat, kita utamakan penduduk lokal atau masyarakat di daerah kita terlebih dahulu,” tandasnya. c-mye

Pos terkait