Mengais Rezeki dengan Menjadi TikToker di Tengah Pandemi

  • Whatsapp
Mengais Rezeki dengan Menjadi TikToker di Tengah Pandemi
Jensi

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Dalam masa stay at home karena wabah Covid-19, salah satu aktivitas untuk menghilangkan kejenuhan adalah dengan bermain aplikasi TikTok atau menjadi seorang YouTuber.

Seperti halnya Jen Sipa Ulpah atau yang biasa dipanggil dengan nama Jensi. Gadis TikToker dan YouTuber, putri dari pasangan Sinpun dan Fajar ini ternyata menemukan hal bermanfaat dan bahkan dapat mengais rezeki dari aktivitasnya tersebut.

“Awalnya cuma untuk senang-senang dan sempat juga berhenti main TikTok, tapi semakin lama TikTok menjadi trending, terus aku main TikTok lagi dan dari situlah yang awalnya hanya untuk bersenang-senang berubah menjadi hobi,” katanya kepada Tabengan, Selasa (30/6/2020).

Followers dan like Jensi tiap hari semakin bertambah. Dari situlah ia bisa menjadi dikenal orang. Motivasi memulai YouTube berawal dari TikTok juga karena semakin banyak followers di TikTok, ia berpikir lebih baik jika membuat YouTube dan mengembangkan konten lebih menarik lagi.

Jensi mengaku bermain aplikasi TikTok sejak 2017, sedang YouTube baru tahun 2020 ini. Jensi mengatakan, untuk menjadi TikToker ataupun YouTuber diperlukan daya kreativitas tinggi. Sehingga melalui hal tersebut dapat memperoleh endors yang akan mengisi pundi-pundi keuangannya.

“Ya ada income dari TikTok dan YouTube, tapi pendapatan itu tidak berasal dari TikTok, melainkan dari endors yang berasal dari Instagram dan juga TikTok dan YouTube tentu ada. Tapi itu juga perlu usaha dengan cara menggembangkan video yang menarik dan membuat banyak penonton, dari situlah pendapatan YouTube akan didapat,” imbuhnya.

Namun demikian, Jensi juga pernah mendapatkan respons negatif dari para viewernya. Tapi hal tersebut tidak mematahkan semangatnya, bahkan semakin membuatnya untuk dapat lebih menggali daya kreativitasnya.

“Pastinya ada respons positif dan negatif dari para viewer. Positifnya mereka menyukai konten yang telah aku buat dan negatifnya terkadang mereka berkomentar semau mereka atau seperti komentar tidak baik, tapi itu tidak masalah itu adalah hak mereka” ujarnya lagi.

Gadis kelahiran Kota Palangka Raya, 29 Januari 2003 tersebut juga menyarankan bagi para TikTokers atau YouTuber, agar TikTok dan YouTube dapat bermanfaat untuk membuat konten yang semenarik mungkin, namun juga tetap mengedepankan norma-norma yang berlaku di masyarakat.

“Jensi sebagai konten kreator TikTok dan YouTuber hanya ingin mengatakan kepada kalian semua yang sekarang sedang menggunakan app TikTok dan YouTube. Gunakanlah dan buatlah konten atau video yang menarik dan intinya juga bermanfaat untuk para penonton lainnya dan jangan mudah menyerah untuk terus berkarya harus berusaha agar bisa menjadi apa yang kalian inginkan,” ujarnya menutup perbincangan. dsn

Pos terkait