Kobar Bangga, Pangkalan Satu Juara Desa Pantang Mundur

  • Whatsapp
Kobar Bangga, Pangkalan Satu Juara Desa Pantang Mundur
Bupati Kobar Hj Nurhidayah saat menghadiri kegiatan video conference dalam rangka launching Desa Isen Mulang tahun 2020 di Aula Satya Haprabu Polres Kobar. TABENGAN/YULIANTINI

PANGKALAN BUN/tabengan.com – Dalam kegiatan Lomba Desa Pantang Mundur yang diselenggarakan oleh Polda Kalimantan Tengah, Desa Pangkalan Satu Kecamatan Kumai meraih juara pertama. Prestasi tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi desa-desa lainnya yang ada di Kabupaten Kotawaringin Barat.

Bupati Kobar Hj Nurhidayah mengatakan, Lomba Desa Pantang Mundur atau Lewu Isen Mulang ini diikuti oleh seribu lebih desa di Provinsi Kalteng. Lomba ini sebelumnya dilakukan di tingkat Polres Kobar, selanjutnya ke tingkat Polda Kalteng.

“Lomba Desa Pantang Mundur ini telah diumumkan dan Desa Pangkalan Satu Kecamatan Kumai yang mewakili Kobar menjadi juara satu di tingkat Polda Kalteng, prestasi ini sangat membanggakan Kobar. Sebab, upaya dan kerja keras dari Pemerintah Desa Pangkalan Satu berbuah manis. Namun, hal ini jangan dianggap sesuatu hal yang berlebihan dan ke depan tentunya Desa Pangkalan Satu bisa lebih baik lagi,” katanya.

Menurut Bupati Kobar, Desa Pangkalan Satu ini menjadi pemenang karena telah memenuhi tiga criteria, yakni Desa Bebas Covid-19, Bebas Karhutla dan melakukan antisipasi ketahanan pangan. Ini ke depan bisa menjadi role model untuk desa lain di Kabupaten Kobar dan daerah lainya.

Sementara itu, Kapolres Kobar AKBP Dharma Ginting mengatakan, Lomba Desa Pantang Mundur ini diawali di tingkat Polres Kobar dengan melibatkan seluruh desa. Dari tingkat Polres, Desa Pangkalan Satu yang menjadi juara satu dan diikutkan lomba ke tingkat Polda Kalteng.

“Kita melihat bahwa Desa Pangkalan Satu ini memiliki kesiapan dalam menghadapi bencana. Termasuk tangguh dalam menghadapi Covid-19,” kata Kapolres Kobar.

Desa yang memiliki jumlah penduduk lebih dari 2.000 orang ini tidak ada yang terkena virus Corona. Desa tersebut juga mempunyai tempat isolasi mandiri bagi warga desanya yang terkena Covid-19.

“Antisipasi yang dilakukan oleh pemerintah desa ini sangat bagus. Termasuk dukungan dari masyarakat setempat juga kompak,” ujarnya.

Selanjutnya, untuk program ketahanan pangan juga jalan. Karena masyarakat desa juga menjalankan banyak menanam sayur dan pengembangan sayur dan budidaya ikan di embung desa.

Terakhir, masalah kesiapsiagaan mengenai Karhutla juga bagus. Peralatan desa tersebut lengkap dan membentuk kelompok siaga api, meskipun desa tersebut belum pernah terjadi kebakaran.

“Hal ini bisa terjadi karena pemanfaatan lahan yang sangat bagus. Sekitar 80 persen lahan tergarap oleh masyarakat. Dan tinggal 20 persen lahan desa yang perlu dimaksimalkan lagi. Karena jika lahan digarap, maka warganya juga tidak melakukan pembakaran lahan,” jelasnya. c-uli

Pos terkait