Kader PDIP Jangan Terprovokasi

  • Whatsapp
Kader PDIP Jangan Terprovokasi
Ketua DPD PDIP Kalteng Arton S Dohong bersama jajaran pengurus dan tim hukum memberikan keterangan pers, Minggu (28/6), terkait pembakaran bendera di Jakarta, belum lama ini. TABENGAN/LIU

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan (PDIP) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) secara resmi telah melaporkan pembakaran bendera partai ke Polda Kalteng, Jumat (26/6). Sejumlah DPC PDIP di Kalteng juga rencananya akan membuat laporan di Polresta dan Polres daerah masing-masing.

Ketua DPD PDIP Kalteng Arton S Dohong menyampaikan, dalam rapat DPP dengan DPD seluruh Indonesia, Ketua Umum Megawati Soekarnoputri menginstruksikan seluruh kader PDIP bersama-sama dengan masyarakat tetap merapatkan barisan, solid dan tidak terprovokasi dengan isu-isu yang telah dikembangkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“DPP secara tegas menyatakan jangan terprovokasi, tidak boleh melakukan tindakan di luar perintah partai. Dengan demikian, maka bagi DPD PDI Perjuangan Provinsi Kalteng menindaklanjuti itu, kami telah mengeluarkan surat instruksi kepada masing-masing DPC dan untuk menindaklanjuti hasil rapat itu,” kata Arton didampingi Sigit K Yunianto, Wiyatno dan tim hukum, saat memberikan keterangan pers, Minggu (28/6).

Diketahui, beberapa hari lalu, telah terjadi demo yang sekaligus melakukan pembakaran bendera PDIP, kemudian dituduh sebagai PKI. Seluruh DPD PDIP di Indonesia sepakat melaporkan tindakan pembakaran bendera partai dan tuduhan yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Sebagai kader PDIP, Arton dan jajarannya mengimbau kepada para pendemo atau kepada orang-orang yang tidak suka dengan PDIP, agar berhenti dengan sikap yang arogan, menuduh dengan tanpa melihat keadaan bangsa saat ini sedang berjuang melawan wabah Covid-19.

Diimbau kepada siapapun yang mencoba mengusik PDIP, pihaknya juga bisa kehilangan kesabaran. Selama ini tidak pernah memikirkan kepentingan pribadi, selalu berorientasi kepada kepentingan rakyat, bangsa dan negara. Mereka yang melakukan tindakan pembakaran dan penghinaan terhadap PDIP, juga belum tentu lebih baik daripada para kader partai PDIP.

“Sebagai warga bangsa, lebih fokus untuk membangun bangsa ini, jangan saling menghina, menghujat dan mengganggu, tetapi hidup berdampingan dengan damai. Kader PDI Perjuangan tentunya tidak akan tinggal diam,” katanya.

Arton mengajak seluruh masyarakat bangsa Indonesia bersatu dengan segala keberagaman. Dia juga berharap di Kalteng tidak terjadi upaya yang saling mengganggu ketenteraman, tetap kondusif, hidup damai tenteram terpelihara untuk kepentingan bangsa. yml

Pos terkait