PSBB Palangka Raya Berjalan 14 Hari?

  • Whatsapp
PSBB Palangka Raya Berjalan 14 Hari?
Fairid Naparin
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Gubernur Kalimantan Tengah telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Nomor 188.44/205/2020 tentang perpanjangan kedua status tanggap darurat bencana pandemi Covid-19 di Kalteng, setelah pada tanggap darurat pertama yang berakhir 25 Juni lalu, dinilai belum mampu menurunkan kasus positif terinfeksi Covid-19 secara signifikan.

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menuturkan, pihaknya saat ini menggunakan SK Gubernur Kalteng tersebut sebagai acuan dalam upaya penanggulangan Covid-19 di Kota Cantik. Pun dengan status tanggap darurat, turut diperpanjang selama 90 hari terhitung 26 Juni hingga 23 September 2020.

“Namun, tentunya akan kembali juga mengacu kepada keputusan Presiden RI mengenai jangka waktu status tanggap darurat tersebut. Apakah akan diperpanjang atau dipersingkat,” jelasnya kepada awak media, kemarin.

Tapi, yang cukup merisaukan masyarakat Kota Cantik terkait terbitnya SK perpanjangan status tanggap darurat adalah ada sebagian pihak yang menganggap jika status tanggap darurat tahap II yang dilaksanakan selama 90 hari ke depan tersebut, sama dengan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap II di Kota Palangka Raya.

Sebab, saat ini juga Pemko bersama Pemprov Kalteng tengah melakukan kajian menyeluruh untuk melaksanakan PSBB tahap II yang akan dilakukan dalam waktu dekat sebagai upaya mempercepat penanganan Covid-19 yang belum menunjukkan tren penurunan.

“Tidak ada seperti itu, kalau jangka waktu pelaksanaan PSBB sama dengan status tanggap darurat selama 90 hari. Itu dua hal berbeda. Yang pasti PSBB masih terus kami kaji. Apakah akan berjalan selama 14 hari seperti PSBB tahap pertama? Belum tentu juga. Masih kita bahas secara mendalam dan menyeluruh dengan pertimbangan dari berbagai aspek,” jelas Fairid.

Dikatakan Fairid, sampai saat ini dirinya belum mengeluarkan kebijakan resmi tentang sesuai isu yang beredar, khususnya berkaitan dengan regulasi pelaksanaan PSBB nanti maupun lama waktu pelaksanaannya. Sebab dalam beberapa hari terakhir, pihaknya tengah disibukkan dengan melakukan kajian dan pembahasan tentang penanganan lebih lanjut pandemi Covid-19 yang terjadi di Kota Cantik.

“Insya Allah, jika tidak ada halangan, Senin (29/6) kami akan gelar konferensi pers terhadap hasil kajian epidemiologi yang dilakukan oleh rekan-rekan dari Fakultas Kedokteran Universitas Palangka Raya,” bebernya.

Menurut salah satu kepala daerah termuda di Tanah Air ini, penyampaian hasil kajian epidemiologi secara resmi dilakukan bertujuan agar menginformasikan kepada masyarakat Kota Cantik, tentang kondisi sesungguhnya dari pandemi Covid-19 yang terjadi di Palangka Raya. Dalam konferensi pers nanti juga dipaparkan fakta dan data konkret mengenai kasus Covid-19 di ibu kota Provinsi Kalteng ini.

“Tim Gugus Tugas tengah menyusunnya. Begitu sudah siap, maka akan kita sampaikan. Dengan begitu, kita bisa mengambil tindakan serta kebijakan strategis dengan segera demi menanggulangi penyebaran pandemi ini dengan segera,” ujar Fairid. rgb

iklan atas

Pos terkait

iklan atas