Di Kelurahan Pangkut, 200 Rumah Terendam Banjir

  • Whatsapp
Di Kelurahan Pangkut, 200 Rumah Terendam Banjir
Kondisi banjir di Desa Kerabu Kecamatan Arut Utara.
iklan atas

PANGKALAN BUN/tabengan.com – Masih tingginya intensitas curah hujan mengakibatkan air Sungai Arut di Kecamatan Arut Utara meluap dan membanjiri 9 desa dan Kelurahan Pangkut. Hingga Jumat (26/6/2020), ada 200 rumah warga di Kelurahan Pangkut terendam banjir.

Camat Arut Utara M Iksan mengatakan, kondisi banjir kali ini lebih parah dari tahun sebelumnya, karena banjir telah menggenangi 9 desa yang ada di Pangkut sebagai Kota Kecamatan Arut Utara pun kini tergenang air.

“Sampai siang ini, ada 200 rumah di RT 1 dan RT 2 Kelurahan Pangkut terendam banjir. Air begitu cepat membanjiri permukiman warga, sehingga banjir di Kecamatan Arut Utara makin meluas, dan untuk desa hanya Desa Dau yang masih aman dari terjangan banjir. 9 desa saat ini terendam banjir dan air terus bertambah,” kata Iksan kepada Tabengan, Jumat (26/6/2020).

“Untuk di desa, Desa Kerabu dan Desa Gandis yang paling parah, yang sebelumnya belum pernah terjadi. Bahkan di Desa Kerabu banyak rumah warga yang tenggelam, sehingga warga pun diminta mengungsi ke tempat yang lebih aman,” kata Iksan.

Menurut Iksan, di 9 desa ada 650 rumah yang terdampak banjir. Ada sebagian warga yang masih bertahan dengan cara membuat panggung di dalam rumah, namun bagi warga yang rumahnya tenggelam telah ditinggalkan dan warga mengungsi ke rumah saudaranya yang aman dari banjir.

Duhung, Ketua RT 4 Desa Kerabu, mengatakan, banjir kali ini lebih parah dari tahun sebelumnya. Dulu banjir serupa pernah terjadi tahun 1970, saat itu rumah warga tenggelam dan warga pun mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

“Kami minta solusi dari pemerintah daerah, banjir juga membuat jalan ke desa terputus sehingga untuk mencapai desa ini harus mutar jauh lewat kebun milik PT Korintiga Hutani. Kalau untuk bantuan sembako kami sangat berterima kasih karena bantuan itu telah kami terima, tapi ke depannya kami pun mengharapkan agar banjir ini tidak terjadi lagi,” kata Duhung yang juga sebagai Ketua BPD Desa Kerabu. c-uli

iklan atas

Pos terkait

iklan atas