Kelurahan Menteng Tertinggi Sebaran Kasus Covid-19 di Palangka Raya

  • Whatsapp
Kelurahan Menteng Tertinggi Sebaran Kasus Covid-19 di Palangka Raya
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Hingga 24 Juni 2020 pukul 22.05 WIB, berdasarkan rilis data harian Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Palangka Raya telah terakumulasi kasus positif Covid-19 sebanyak 305 kasus, 95 pasien sembuh, 189 dalam perawatan, 21 meninggal dunia, 93 orang dalam pemantauan (ODP), dan 27 pasien dalam pengawasan (PDP).

Ketua Harian Tim Gugus Tugas Kota Palangka Raya Emi Abriyani menuturkan, saat ini di Kota Palangka Raya terdapat 4 kecamatan yang masuk dalam wilayah positif, yakni Kecamatan Pahandut, Jekan Raya, Bukit Batu dan Sebangau.

Di Kecamatan Pahandut, jelasnya, ada 137 kasus positif, 35 sembuh dan 10 orang meninggal dunia. Kemudian di Kecamatan Jekan Raya terdapat 152 kasus positif, 56 sembuh dan 10 orang meninggal dunia. Di Kecamatan Sebangau terdapat 8 kasus positif, 1 sembuh dan 1 orang meninggal dunia sedangkan di Kecamatan Bukit Batu terdapat 8 kasus positif dan 3 sembuh. Di Kecamatan Rakumpit, tidak terdapat satu pun kasus Covid-19 sehingga dinyatakan sebagai satu-satunya kecamatan zona hijau di Kota Palangka Raya.

Emi menambahkan, apabila dibagi kembali ke dalam tingkat kelurahan, maka kasus positif Covid-19 tertinggi berada di Kelurahan Menteng dengan 65 kasus positif, 29 sembuh dan 2 meninggal dunia. Kemudian disusul Kelurahan Bukit Tunggal dengan 52 kasus positif, 19 sembuh dan 5 meninggal dunia. Lalu ada Kelurahan Pahandut dengan 52 kasus positif, 12 sembuh dan 5 meninggal dunia.

Selanjutnya Kelurahan Panarung dengan 47 kasus positif, 14 sembuh dan 3 meninggal dunia. Kemudian di Kelurahan Langkai terdapat 37 kasus positif, 9 sembuh dan 2 meninggal dunia, serta Kelurahan Palangka dengan 35 kasus positif, 8 sembuh dan 3 meninggal dunia.

“Sedangkan untuk Kelurahan Pahandut Seberang ada 1 kasus positif, Kelurahan Tumbang Tahai 6 kasus positif, Banturung 1 kasus positif dan dinyatakan sembuh, Kelurahan Sei Gohong 1 kasus positif dan sembuh, Kelurahan Kereng Bangkirai 2 kasus positif, Kelurahan Sabaru 4 kasus positif, Kelurahan Kameloh Baru 1 kasus positif, dan terakhir Kelurahan Bereng Bengkel dengan 1 kasus positif dan dinyatakan sembuh,” tuturnya, Kamis (25/6/2020).

Untuk itu, seraya menyambut pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), maka pihaknya merencanakan untuk melakukan blocking area pada RT yang paling banyak terdapat kasus positif Covid-19 sebagai upaya memutus mata rantai penyebarannya ke wilayah lain.

“Skema blocking area ini masih kita kaji secara mendalam, yang secara khusus akan membatasi pergerakan masyarakat di tingkat RT zona hitam dengan kasus positif terbanyak. Pemerintah Provinsi nanti juga akan membantu dengan mendirikan dapur umum bagi RT yang diberlakukan blocking area,” jelasnya.

Selain itu, juga akan segera diberlakukan rapid test massal oleh Dinas Kesehatan setempat dengan menyediakan sebanyak 20 ribu unit alat tes. Saat ini pihaknya masih mempersiapkan segala sesuatu terkait dengan rencana tersebut.

“Dalam PSBB tahap II kita masih terapkan yang namanya PSKH dan mereka bertanggung jawab sampai ke lingkungan RT-nya masing-masing. Makanya sedang kita persiapkan nanti untuk kebijakan itu dan kita kerja sama dengan pemerintah provinsi,” pungkasnya. rgb

iklan atas

Pos terkait

iklan atas