Banjir Kotawaringin Meluas, Ratusan Rumah Terendam, Akses 4 Desa Putus

  • Whatsapp
Banjir Kotawaringin Meluas, Ratusan Rumah Terendam, Akses 4 Desa Putus
Debit air Sungai Arut di Kecamatan Arut Utara terus naik dan membanjiri permukiman warga desa, menyebabkan 145 rumah terendam. TABENGAN/YULIANTINI

PANGKALAN BUN/tabengan.com – Banjir yang menerjang Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat, Rabu (24/6), makin meluas. Sebanyak 145 rumah warga terendam dan akses jalan menuju 4 desa di Arut Utara terputus karena diterjang banjir.

Camat Arut Utara M Iksan mengatakan, pihaknya bersama Koramil, Polsek dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar telah melakukan evakuasi sebagian warga yang rumahnya terendam banjir, namun sebagian memilih bertahan dengan membuat panggung di dalam rumah.

“Air sungai terus naik, sehingga banjir makin meluas. Yang paling parah di Desa Kerabu ada 65 rumah terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 1 meter lebih. Selain itu, di Desa Gandis ada 50 rumah dan Desa Sambi ada 30 rumah,” kata Iksan kepada Tabengan, Rabu (24/6).

Banjir juga merendam Desa Pandau dan Desa Panahan. Selain itu, banjir telah memutus akses jalan P3DT menuju 4 desa, yakni Desa Gandis, Sukarame, Sambi dan Desa Kerabu.

“Desa-desa yang ada di bagian atas hampir terkena banjir karena luapan air sungai dampak dari tingginya curah hujan. Kami pun telah mendatangi langsung ke desa-desa yang terkena banjir. Untuk sementara warga ada yang telah kami ungsikan ke tempat yang lebih aman,” ujar Iksan.

Menurut Iksan, daerah lain di Arut Utara yang sangat mengkhawatirkan adalah Kelurahan Pangkut mulai RT 1 hingga RT 5. Jika desa-desa bagian atas sudah terendam banjir, maka yang dikhawatirkan 5 RT di Kelurahan Pangkut akan tenggelam. Untuk itu, pihaknya telah mengimbau agar warga Kelurahan Pangkut waspada.

Sementara itu, Kepala BPBD Kobar Petrus Rindra mengatakan, pada Kamis (25/6) hari ini, pihaknya bersama Dinas Sosial akan menyalurkan bantuan bagi warga yang terdampak banjir.

“Kami akan distribusikan bantuan logistik ke Desa Kerabu karena di sana daerah yang paling parah terdampak banjir. Selain itu, kami pun telah menurunkan tim ke Arut Utara untuk melakukan monitor kondisi banjir dan mengevakuasi warga yang ingin mengungsi,” ujar Petrus.

Sementara itu, sedikitnya 4 desa di Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), juga terendam banjir. Sebagian rumah warga sudah ada yang terendam. Sedangkan di Kecamatan Parenggean belum ada desa yang mengalami banjir parah.

Plt Camat Mentaya Hulu Sardinin mengungkapkan, debit air mulai mengalami kenaikan sejak 22 Juni dan meningkat pada 23 Juni 2020. Desa yang dilanda banjir antara lain Desa Tanjung Jariangau, Desa Bawan, Kelurahan Kuala Kuayan, dan Desa Tangkarobah. Rata-rata banjir menggenangi jalan di desa tersebut dengan ketinggian lebih dari 40 centimeter.

Pihak kecamatan masih mendata jumlah masyarakat yang terdampak banjir. Banjir terjadi karena dalam beberapa hari terakhir hujan deras melanda daerah tersebut. Selain itu, debit air Sungai Mentaya juga meningkat, sehingga membuat sebagian rumah dan jalan desa terendam.

Dia meminta kepada warga agar selalu waspada terhadap dampak banjir, terutama keselamatan jiwa yang berkaitan dengan kesehatan, dan juga keselamatan harta. Anak-anak juga harus dijaga dengan baik. Jangan dibiarkan bermain tanpa diawasi, karena sangat membahayakan.

Camat Parenggean Siyono saat dikonfirmasi terkait banjir di daerahnya mengungkapkan bahwa banjir di Parenggean tidak terlalu parah. “Belum (ada desa yang terkena banjir parah), masih dikit aja,” terangnya, Rabu.

Terpisah, Bupati Lamandau H Hendra Lesmana mengatakan, banjir yang melanda sejumlah desa di wilayahnya belum berdampak bagi kehidupan masyarakat.

“Banjir yang terjadi saat ini adalah banjir tahunan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, apabila intensitas hujan tinggi, sejumlah desa yang berada di sekitar bantaran sungai akan mengalami banjir,” ungkap Hendra, Rabu.

“Memang air sudah mulai naik ke daratan dan merendam sejumlah ruas jalan, misalnya pada spot atau titik-titik tertentu yang berada di dataran rendah. Tapi kalau merendam rumah, belum,” terangnya.

Sebab itu, kata Hendra, Pemerintah Daerah melalui BPBD telah menyiagakan tim dan akan mendorong bantuan jika ada warga yang rumahnya terdampak banjir.

Diketahui, berdasarkan pengecekan langsung oleh BPBD Lamandau, serta mengacu pada alat pengukur tinggi permukaan air yang ada di Dermaga Nanga Bulik, debit air sungai Lamandau menunjukkan peningkatan cukup signifikan.

Hingga Selasa (23/6) siang, ketinggian permukaan air Sungai Lamandau naik hingga 760 Cm. Artinya, level tersebut menunjukkan status waspada. c-uli/c-arb/c-kar/jsi

Pos terkait