Awal Juli Palangka Raya PSBB Tahap II

  • Whatsapp
Awal Juli Palangka Raya PSBB Tahap II
Emi Abriyani
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Pemerintah Kota Palangka Raya dipastikan segera menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap II. Ketua Harian Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Palangka Raya Emi Abriyani memperkirakan aturan tersebut efektif berlangsung mulai awal Juli.

Saat ini pihaknya bersama Wali Kota dan Forkopimda Provinsi Kalteng terus melakukan koordinasi dan kajian secara mendalam. Karena dipastikan pelaksanaan PSBB tahap II lebih tegas dan memberlakukan sanksi bagi pelanggarnya. Di samping itu, dalam pelaksanaannya akan mendapat dukungan penuh Pemprov Kalteng.

“Tujuan kita adalah untuk memutus mata rantai Covid-19, tak hanya sekadar PSBB. Inginnya tingkat kedisiplinan dan kesadaran masyarakat meningkat untuk jalankan protokol kesehatan. Kami harap setelah PSBB dan masuk masa transisi tidak ada kekenduran ketaatan masyarakat,” kata Emi saat ditemui Tabengan, Rabu (24/6).

Emi mengatakan, belajar dari PSBB tahap pertama, penerapan PSBB tahap kedua ini akan lebih fokus melakukan evaluasi secara terus menerus dan mencontoh daerah lain yang sukses menerapkan kedisiplinan protokol kesehatan.

Emi secara jujur mengakui, ketaatan masyarakat menggunakan masker hanya pada saat pemberlakukan PSBB, namun setelah itu protokol kesehatan cenderung diabaikan.

“Kita akui memang pada PSBB tahap pertama kesadaran masyarakat gunakan masker capai 95 persen. Namun setelahnya, masyarakat bablas. Mereka hanya patuh saat PSBB dan pentingnya protokol kesehatan tidak merasuk ke jiwa masyarakat. Kali ini tantangannya adalah bagaimana caranya agar masyarakat patuh,” tegasnya.

Adapun wacana sanksi administratif yang akan diterapkan yakni denda Rp50 ribu bagi yang tidak gunakan masker. Termasuk sanksi penutupan sementara tempat usaha bagi yang melanggar ketentuan.

“Penerapan sanksi tidak hanya dalam PSBB. Tapi akan diperpanjang hingga memasuki masa transisi dan new normal. Kita tak ingin masyarakat hanya patuh pada saat PSBB saja dan abai saat sudah berakhir. Masyarakat tetap pakai masker dan menerapkan physical distancing,” kata Emi.

Selanjutnya, pada PSBB tahap II ini akan diberlakukan jam malam sejak pukul 21.00 WIB, melakukan rapid test massal secara massif dengan target 20 ribu masyarakat, dan melakukan blocking pada RT yang masuk dalam zona hitam penyebaran.

“Dengan tibanya alat PCR milik Pemko pada hari ini, maka kemampuan deteksi dini dan pemeriksaan akan lebih besar lagi, khususnya bagi klaster Pasar Besar. Pedagang reaktif akan diisolasi mandiri dan dilakukan swab test, dan yang non reaktif akan diizinkan berdagang. Akan ada lonjakan yang signifikan dan dilakukan blocking area pada RT yang masuk zona hitam, serta didirikan dapur umum oleh Pemprov,” jelas Emi. rgb

iklan atas

Pos terkait

iklan atas