Petani Palangka Raya Tolak Karhutla dan Dukung Ketahanan Pangan Nasional

  • Whatsapp
Petani Palangka Raya Tolak Karhutla dan Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Suroso, petani kebun Larosa Palangka Raya. FERRY WAHYUDI
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus menjadi musibah musiman bagi warga Kota Palangka Raya dan Provinsi Kalteng pada umumnya. Hal ini turut disadari sejumlah petani kebun Larosa Kota Palangka Raya di Jalan Mahir Mahar.

Suroso, salah satu petani Larosa mengatakan, memasuki musim kemarau kerawanan akan karhutla turut meningkat. Sinergitas antarpetani diharapkan dapat terjalin erat guna memutus karhutla musiman yang kerap terjadi di musim kemarau.

“Selain masyarakat, petani juga mempunyai peranan penting dalam menghilangkan karhutla di Palangka Raya khususnya. Petani harus bisa menjadi pelopor menghapus stigma negatif Kalteng sebagai penyumbang asap akibat karhutla,” katanya, Rabu (24/6/2020).

Cara bertani yang baik dan ramah lingkungan bisa menjadi salah satu faktor kunci petani dalam membantu pemerintah dalam mencegah karhutla. Tentunya, petani juga harus menerapkan protokol kesehatan penanganan Covid-19 saat beraktivitas di ladang atau kebun.

Tak hanya itu, petani harus bisa menjadi pelopor dalam menjaga stabilitas pangan di Palangka Raya dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional yang dicetuskan pemerintah pusat.

“Pemanfaatan lahan yang baik akan membuat stabilitas pangan kita terjaga di tengah pandemi, terlebih kerawanan karhutla akan berkurang dengan adanya upaya bersama dari petani yang tidak membakar saat membuka lahan. Mari dukung program pemerintah dan kepolisian untuk tidak membakar lahan serta menjaga ketahanan pangan,” tuturnya. fwa

iklan atas

Pos terkait

iklan atas