Juli, Diprediksi Covid-19 Melonjak 40 Persen

  • Whatsapp
Juli, Diprediksi Covid-19 Melonjak 40 Persen
Emi Abriyani
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Ketua Harian Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Palangka Raya Emi Abriyani memprediksi, pada Juli mendatang, akan terjadi lonjakan kasus Covid-19 di Palangka Raya sekitar 30 hingga 40 persen.

Alasannya, dalam waktu dekat akan dilakukan rapid test massal untuk pedagang, khususnya yang berada di Pasar Besar sebagai klaster penyebaran terbesar Covid-19 Kota Palangka Raya. Dengan semakin masifnya pelaksanaan tes, berdampak peningkatan jumlah kasus.

“Begitu alat Polymerase Chain Reaction (PCR) yang dipesan oleh Pemko datang dalam waktu dekat, maka rapid test massal maupun swab test bagi mereka yang reaktif akan dilakukan. Kita tunggu alat itu tiba lebih dahulu. Selain pedagang pasar, para pegawai toko retail modern juga akan kami lakukan rapid massal. Prediksi kita, kedatangan PCR nanti akan menambah 30 sampai 40 persen pasien positif,” ungkap Emi, Selasa (23/6).

Antisipasi lonjakan jumlah kasus positif Covid-19 tersebut, Tim Gugus Tugas telah menyiapkan rumah sakit cadangan/penguatan, koordinasi bersama Pemprov terkait rencana dapur umum dan bantuan sosial, penyiapan zona blocking area serta persiapan PSBB tahap kedua.

Sementara, Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menegaskan, saat ini pihaknya serius melakukan persiapan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap II.

Bahkan diakui Fairid, Pemprov juga mendorong Pemko segera memberlakukan PSBB tahap kedua, mengingat saat ini penambaham kasus positif Covid-19 terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

“Kajian secara mendalam dan menyeluruh terus kami lakukan dan koordinasikan bersama dengan seluruh pihak terkait, termasuk Pemprov sendiri. Termasuk kajian secara akademis, sosial, ekonomi, hingga epidemiologinya. Kita ingin PSBB tahap kedua ini apabila dilaksanakan bisa benar-benar efisien. Kita tengah mengarah ke sana,” katanya.

Ditanyai terkait wacana penerapan sanksi seperti di kota-kota lain yang telah menegakkan protokol kesehatan, seperti penerapan sanksi denda maupun sanksi sosial bagi mereka yang tak menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, Fairid menyebut tak menutup kemungkinan akan diberlakukan.

“Yang jelas kita ingin agar masyarakat benar-benar memerhatikan betapa pentingnya penerapan protokol kesehatan sebagai upaya percepatan penanggulangan pandemi Covid-19. Sebab seberapa keras usaha pemerintah, peran serta kesadaran masyarakat yang tinggi juga dibutuhkan,” kata Fairid. rgb

iklan atas

Pos terkait

iklan atas