Verifikasi Klaim Covid-19, BPJS Kesehatan Pedomani Regulasi Kemenkes

  • Whatsapp
Verifikasi Klaim Covid-19, BPJS Kesehatan Pedomani Regulasi Kemenkes
Tampak kesibukan BPJS Kesehatan Kantor Cabang Palangka Raya saat melayani peserta BPJS Kesehatan.

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Dalam rangka melaksanakan tugas tambahan yang diberikan pemerintah untuk melakukan verifikasi klaim rumah sakit atas pelayanan kasus Covid-19, BPJS Kesehatan menggunakan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia sebagai pedoman dalam melakukan verifikasi atas klaim rumah sakit. Demikian disampaikan oleh Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Palangka Raya Muhammad Masrur Ridwan saat ditemui tim beberapa waktu lalu di ruang kerjanya.

Muhammad Masrur Ridwan mengatakan, dalam melakukan proses verifikasi terhadap klaim kasus Covid-19 yang diajukan oleh rumah sakit, pihaknya sangat berhati-hati dan tetap memperhatikan regulasi yang ada agar tidak terjadi kesalahan.

“Dengan diberikannya tugas tambahan oleh pemerintah untuk melakukan verifikasi klaim kasus Covid-19 ini menunjukan bahwa pemerintah masih percaya kepada BPJS Kesehatan. Untuk itu, dalam melakukan proses verifikasi terhadap klaim kasus Covid-19 yang diserahkan oleh rumah sakit, kami sangat berhati-hati dan selalu melihat regulasi yang ada dari Kementerian Kesehatan. Apalagi sumber dana yang digunakan untuk membiayai kasus Covid-19 ini adalah anggaran pemerintah pusat, pasti akan diawasi oleh auditor. Dalam proses verifikasi klaim Covid-19 ini juga ada batas standar waktu pengerjaannya, BPJS Kesehatan diberikan waktu untuk menyelesaikan verifikasi klaim kasus Covid-19 paling lama 7 hari kerja sejak klaim diterima,” jelas Masrur.

Di lain pihak, dr Kevin Crisanta B, Ketua Tim Pengaju Klaim Rumah Sakit Siloam Palangka Raya mengakui, proses pengajuan klaim kasus Covid-19 sampai dengan saat ini tidak terdapat kendala. Ia juga merasakan prosesnya yang mudah dalam pengajuan atas klaim kasus Covid-19 yang telah dilayani di RS Siloam Palangka Raya.

“Pengajuan klaim Covid-19 yang selama ini berjalan di Rumah Sakit Siloam Palangka Raya sudah sesuai dengan apa yang disosialisasikan. Prosesnya tidak rumit serta tanggapan dari pihak BPJS Kesehatan dan Dinas Kesehatan selalu baik jika ada hal yang perlu kami konfirmasi. Proses verifikasi klaim juga berlangsung sesuai dengan tenggat waktu yang telah ditetapkan dan untuk setiap klaim yang pending, sejauh ini selalu dengan alasan yang bisa dipertanggungjawabkan,” ungkap Kevin.

Di Kota Palangka Raya sendiri terdapat sebanyak 8 rumah sakit yang melayani pasien kasus Covid-19. Rumah sakit tersebut, yaitu RSUD dr. Doris Sylvanus, RS Kelas VI TNI AD Palangka Raya, RS PKU Muhammadiyah, RS Bhayangkara, RSUD Kota Palangka Raya, RS Awal Bros Betang Pambelum, RS Permata Hati, serta RS Siloam Palangka Raya. bpjs-k

Pos terkait