Pilkada Kalteng, Ben-Ujang Pastikan Berpasangan

  • Whatsapp
Pilkada Kalteng, Ben-Ujang Pastikan Berpasangan

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Kalimantan Tengah (Kalteng) secara resmi dilanjutkan menyusul telah disahkannya Peraturan KPU No 5 Tahun 2020 tentang Tahapan, Program dan Jadwal Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tahun 2020 yang menandai tahapan Pilkada serentak 2020.

Sejauh ini, nama incumbent atau petahana yang memastikan diri untuk maju, kendati terganjal wakil. Wakil Gubernur Kalteng Habib Ismail bin Yahya, meskipun siap untuk maju, namun belum berani mengumumkan secara resmi untuk ikut serta dalam Pilkada Kalteng. Justru Ben Brahim Sion Bahat dan Ujang Iskandar yang secara gamblang menyatakan pasti berpasangan dan maju dalam Pilkada serentak 2020.

Ujang Iskandar yang dikonfirmasi terkait kebenaran berpasangan dengan Ben Brahim, membenarkan informasi tersebut. Sekarang ini Ben-Ujang memang sudah positif berpasangan, untuk ikut ambil bagian dalam Pilgub Kalteng. Meski demikian, untuk urusan partai masih disembuyikan, tunggu tanggal mainnya saat penyerahan rekomendasi nanti.

“Kalteng butuh kolaborasi antaragama, golongan dan ras, sehingga tercipta kondisi Kalteng yang harmonis. Alasan inilah, membuat saya memilih untuk mendampingi Ben Brahim maju dalam Pilgub Kalteng tahun 2020 ini. Sosok Ben Brahim yang cerdas, dan nasionalis, serta merangkul semua kalangan dan agama menjadi alasan,” kata Ujang, saat dikonfirmasi terkait kebenaran berpasangan dengan Ben Brahim, Senin (22/6), via WhatsApp.

Ujang melanjutkan, tidak saja cerdas dan nasionalis yang menjadi alasan untuk mendampingi Ben Brahim. Hasil komunikasi dan masukan, serta permintaan para ulama, tokoh agama, yang meminta untuk dapat mendampingi Ben Brahim. Bersama dengan Ben Brahim ke depan akan membangun Kalteng Maju. Dimana pemimpin kedepan membutuhkan konsep.

Kashian masyarakat sekarang, ungkap Ujang, kondisi yang sangat sulit sekarang ini. Ekonomi menurun, ada cukup banyak yang kehilangan pekerjaan, bahkan Menteri Keuangan memprediksi pertumbuhan ekonomi hanya 1 persen. Gubernur Kalteng yang baru, harus menyumbangkan pertumbuhan ekonomi secara nasional, sehingga Indonesia kembali normal dan maju, siap bersaing di kancah internasional.ded

Pos terkait