Love Action untuk 1000 Mahasiswa Asal Sumut dan Papua

  • Whatsapp
Love Action untuk 1000 Mahasiswa Asal Sumut dan Papua
KOMPAK saat memberikan bantuan kepada mahasiswa asal Sumatera Utara, Nias dan Papua, Sabtu (30/5). TABENGAN/DANIEL

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Komunitas Pembawa Berkat (KOMPAK) melakukan love action yang merupakan kegiatan sosial untuk membantu para mahasiswa berasal luar daerah yang menuntut ilmu di Kota Palangka Raya.

Lani Tjan, Ketua KOMPAK mengatakan bahwa aksi pada hari Sabtu (30/5) merupakan yang keempat mereka lakukan.

“Belum lama ini love action pertama KOMPAK membagikan sembako ke pendeta, hamba Tuhan dan pendoa, kurang lebih 150 paket sembako. Lalu kedua, berbagi makanan berbuka puasa sebanyak 250 nasi kotak dengan para pemulung sampah, penjual pentol, ojek online dan orang yang berkekurangan lainnya.

“Ketiga KOMPAK juga menyalurkan Alat Pelindung Diri (APD) yang disebar di beberapa puskesmas di Kota Palangka Raya dan kabupaten-kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah,” ujarnya.

Sedangkan untuk kali keempat Sabtu (30/5) love action KOMPAK menjangkau 1.000 mahasiswa Kristen/Katolik perantauan yang ada di Palangka Raya. Seperti mahasiswa perantauan dari Sumatera Utara (Sumut), Papua dan Nias.

“Mereka bukannya tidak mampu, tapi karena dampak Corona ini, sehingga usaha dari orang tua mereka juga berpengaruh. Akhirnya tidak dapat mengirimkan uang untuk biaya hidup mereka di rantau,” imbuhnya.

Sementara Pdt. Pahala Simanjuntak S.Th, HKBP Resort Palangka Raya mengatakan sangat bersyukur atas kepedulian KOMPAK bagi mahasiswa perantauan khususnya yang berasal dari Sumut.

“Kepedulian yang sangat luar biasa. Pemuda gereja dan para mahasiswa yang memperoleh bantuan saat ini, saya harap jika sudah sukses nanti juga dapat menjadi perpanjangan tangan Tuhan,” pesannya.

Ditempat yang sama Kilinton Sihombing, mahasiswa Fakultas Kehutanan di Universitas Palangka Raya (UPR) mengatakan bahwa di data yang diperolehnya ada sekitar 610 mahasiswa Sumut.

Lalu Mikhael Sinaga, mahasiswa asal Sumut sangat bersyukur menerima bantuan dari KOMPAK. “Merasa terbantu. Sekiranya akan banyak komunitas atau LSM seperti KOMPAK yang dapat memberi,” harapnya.

Sementara Yosafat, mahasiswa UPR asal Papua jurusan Ilmu sosial dan politik mengaku sangat terharu akan kemurahan hati dari tim KOMPAK. “Saat ini di asrama tersisa 41 mahasiswa Papua. Saya atas nama mereka sangat bersyukur dan terharu, karena mau membantu kami memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya. dsn

Pos terkait