Pemkab Kotim Fasilitasi Kepulangan Bayi Korban Covid-19 dan Keluarga ke Sumbar

  • Whatsapp
Pemkab Kotim Fasilitasi Kepulangan Bayi Korban Covid-19 dan Keluarga ke Sumbar
iklan atas

SAMPIT/tabengan.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memfasilitasi kepulangan perantau asal Sumatera Barat (Sumbar) yang anak bayinya sempat diisolasi di Klinik Covid-19 Kotim.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kotim Multazam mengatakan, pihaknya memfasilitasi kepulangan bayi bersama keluarganya yang terdiri dari ayah dan neneknya untuk pulang ke kampung halaman di Padang.

Sementara ibu bayi meninggal dunia di RSUD dr Doris Sylvanus setelah beberapa hari melakukan persalinan. Pemakaman ibu bayi dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19 dikarenakan memiliki riwayat gagal fungsi paru-paru.

“Selain memfasilitasi, kita juga memberikan bantuan sosial berupa uang senilai Rp 10 juta yang diserahkan oleh Kadinsos. Semoga bantuan itu dapat memenuhi kebutuhan mereka selama diperjalanan,” harapnya, ketika ditemui saat mengantarkan bayi dan keluarga tersebut di Bandara H Asan Sampit, Jumat (19/6).

Diceritakan Multazam, kronologi diisolasinya bayi tersebut berawal saat bayi dilahirkan sang ibu di RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya. Namun beberapa hari setelah itu, sang ibu harus diisolasi karena gagal fungsi paru-paru.

Selama 15 hari mendapat perawatan, ibu bayi dinyatakan meninggal dunia, dan dimakamkan sesuai protokol Covid-19. Sementara ayah bayi, Ade yang merasa anaknya perlu perawatan lebih karena baru lahir, memutuskan untuk berhenti bekerja di sebuah perusahaan sawit di Kotim.

Dia bersama sang mertua kemudian memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya di Padang. Rapid test pun dilakukannya, sebagai syarat untuk berangkat melalui bandara. Dan, hasilnya non reaktif.

Namun, pada saat pemeriksaan suhu tubuh di bandara, ternyata suhu badan sang anak tinggi, sehingga pihak maskapai mengembalikan uang tiket pesawat. Akhirnya, bayi tersebut diisolasi di Klinik Covid-19.

“Setelah beberapa hari diisolasi di sana alhamdulillah hasil swabnya negatif. Sehingga bayi tersebut kita kembalikan untuk kembali diasuh ayah dan neneknya,” terangnya. c-may

iklan atas

Pos terkait

iklan atas