Petani Katingan Kuala Terkendala Pupuk Subsidi

  • Whatsapp
Petani Katingan Kuala Terkendala Pupuk Subsidi
ANDINA THERESIA NARANG

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Berbagai keinginan dan harapan masyarakat disampaikan kepada kalangan DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng). Salah satunya dari Desa Jaya Makmur Kecamatan Katingan Kuala, Kabupaten Katingan yang mengusulkan bantuan pupuk bersubsidi.

Menurut wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) I, meliputi Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan dan Gunung Mas (Gumas) Andina Theresia Narang, wilayah itu merupakan kawasan dengan pengembangan pertanian yang cukup potensial.

“Desa ini adalah salah satu lumbung padi yang dimiliki Katingan. Bahkan beras yang dihasilkan juga punya kualitas tinggi,” ujarnya kepada awak media belum lama ini.

Sayangnya kendala yang dihadapi para petani setiap tahunnya, adalah belum memadainya ketersediaan pupuk khususnya yang subsidi. Dirinya menjelaskan di wilayah itu, memiliki hamparan padi dengan luasan kurang lebih 1005 hektar. Kawasan itu sendiri berasal dari proyek cetak sawah, dimana padi-padi yang ada ditanam oleh warga setempat. Ironisnya, ucap dia, ketika musim tanam tiba, para petani kerap menanam tanpa adanya pemberian pupuk.

Dicontohkannya seperti beberapa waktu lalu, dimana padi yang ditanam sudah mulai tinggi, namun tidak diberikan pupuk yang dianggap langka. Memang masyarakat mengakui sudah mencoba sejumlah upaya, untuk menanam padi tanpa pupuk. Bahkan pihaknya juga mengumpulkan uang melalui ketua kelompok tani, sebagai koordinator pembelian pupuk.

“Sayangnya pupuk belum didapatkan, sementara padi terus bertumbuh. Maka wajar ada keluhan terkait persoalan ini, yang disampaikan melalui reses,” ucap Anggota Komisi III yang membidangi pendidikan, kesehatan, pariwisata dan lainnya tersebut.

Terkait itu pihaknya berharap agar masalah kelangkaan pupuk, dapat menjadi perhatian bersama. Tentunya jajaran pemerintah daerah setempat melalui instansi terkait, mampu menindaklanjut dan menangani persoalan tersebut. Intinya jangan sampai kendala itu dibiarkan berlarut-larut, mengingat padi yang ditanam rawan terserang hama, serta mengalami pertumbuhan yang kurang optimal. drn

Pos terkait