dr Kevin: Tidak Benar Nakes RS Siloam Positif Covid-19

  • Whatsapp
dr Kevin: Tidak Benar Nakes RS Siloam Positif Covid-19
dr Kevin Chrisanta
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Kasus penyebaran virus Corona atau Covid-19 menjadi masalah yang sangat luar biasa sekarang ini. Pemerintah terus berupaya dalam melakukan penanganan, termasuk menyembuhkan pasien, dan juga memberikan perlindungan bagi para tenaga kesehatan (Nakes) yang berinteraksi secara langsung dengan pasien yang positif Covid-19.

Upaya perlindungan bagi tenaga kesehatan merupakan salah satu skala prioritas yang dilakukan oleh RS Siloam Palangka Raya. Baru-baru ini, RS Siloam Palangka Raya diterpa isu sejumlah tenaga kesehatan yang dimiliki diduga terpapar virus Covid-19. Menanggapi hal itu, Chief Operating Officer atau Direktur Operasional RS Siloam Palangka Raya dr Kevin Chrisanta, memberikan tanggapan, sekaligus menjelaskan skema perlindungan yang diberikan bagi karyawan RS Siloam Palangka Raya.

“Tidak benar, apabila ada informasi yang menyatakan ada tenaga kesehatan yang berada di RS Siloam Palangka Raya ada yang terpapar virus Covid-19. Tidak benarnya informasi tersebut, dikarenakan di RS Siloam Palangka Raya memiliki skema dalam memberikan perlindungan, sekaligus memantau semua karyawan, termasuk tenaga medis bebas dari Covid-19,” kata dr Kevin, saat diminta tanggapanya terkait informasi adanya Nakes RS Siloam Palangka Raya yang terpapar Covid-19, Selasa (16/6) di Palangka Raya.

Di RS Siloam Palangka Raya, kata dr Kevin, memiliki ketentuan untuk dilakukan rapid test secara rutin, yakni setiap 10 hari sekali. Rapid test ini bentuk pemantauan semua yang bekerja di RS Siloam Palangka Raya. Apabila ternyata dalam rapid test tersebut, ada yang hasilnya reaktif, maka akan segera dilakukan swab. Rapid tentu berlaku bagi semua karyawan tanpa terkecuali, khususnya bagi yang memiliki risiko tinggi terpapar.

Sejauh ini, kata dr Kevin lagi, hasil dari rapid test yang dilakukan terhadap semua karyawan dan staf RS Siloam Palangka Raya hamper semuanya non reaktif. Staf kami ada yang hasil rapidnya reaktif, tapi setelah dibuktikan dengan swab berturut-turut, ternyata hasilnya negatif. Jadi, tidak benar ada nakes RS Siloam Palangka Raya yang terpapar Covid-19. Kembali kehasil rapid yang reaktif, apabila memang demikian, maka yang bersangkutan wajib untuk melakukan isolasi mandiri, sampai hasil swab keluar, demi memastikan apakah positif atau negatif.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah (Kalteng) Suyuti Syamsul, saat diminta tanggapan terkait dengan beberapa pegawai RS Doris Sylvanus Palangka Raya yang terpapar Covid-19, mengaku sampai sekarang ini masih belum mendapatkan laporan. Apabila memang laporan tersebut sudah diterima, nantinya akan disampaikan.ded

iklan atas

Pos terkait

iklan atas