Menang Pilkada Kalteng, PDIP-Demokrat Disarankan Koalisi

  • Whatsapp
Menang Pilkada Kalteng, PDIP-Demokrat Disarankan Koalisi
Basuniansyah

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2020, hanya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kalteng yang memperoleh 12 kursi di DPRD Kalteng dan bisa mengusung calon gubernur dan wakil gubernur sendiri.

Namun demikian, agar calon yang diusung bisa memenangkan Pilkada Kalteng yang akan digelar pada 9 Desember secara mutlak, pengamat menyarankan agar PDIP Kalteng perlu menjalin koalisi dengan partai politik (parpol) lain.

Pengamat politik dan kemasyarakatan Kalteng H Ahmad Basuniansyah di Palangka Raya, Selasa (16/6), mengakui, PDIP Kalteng pada Pemilu Legislatif 2019 lalu memperoleh 12 kursi di DPRD Kalteng, bisa mengusung sendiri calonnya karena sudah melebihi batas kursi yang ditetapkan berdasarkan Keputusan KPU RI 9 kursi.

Namun, menurut Basuniansyah, agar calon yang diusung bisa menjadi pemenang secara mutlak, hingga calonnya menjadi gubernur dan wakil gubernur terpilih untuk periode 5 tahun mendatang, PDIP Kalteng disarankan untuk tetap berkoalisi dengan parpol lainnya.

Dari sejumlah parpol peraih kursi di DPRD Kalteng, Basuniansyah menyarankan agar PDIP Kalteng dapat berkoalisi dengan Partai Demokrat Kalteng. Alasannya, Basuniansyah melihat Demokrat adalah partai yang memperoleh dukungan besar dari masyarakat. Pada Pemilu Legislatif 2019 lalu berhasil memperoleh 6 kursi di DPRD Kalteng.

Selain itu, dia melihat Demokrat secara nasional juga merupakan partai besar, telah mampu mendudukkan kader-kadernya di berbagai jenjang kepemimpinan, baik di lembaga legislatif maupun eksekutif seperti Bupati Barito Utara yang saat ini juga adalah Ketua DPD Partai Demokrat Kalteng.

“PDIP dan Partai Demokrat partai besar, kalau berkoalisi mengusung calon pada Pilkada Kalteng 2020, di mana masing-masing partai sudah mempunyai perpanjangan tangan kader partai, baik di provinsi maupun kabupaten/kota di Kalteng, saya berkeyakinan mereka akan mampu memenangkan perhelatan akbar di pesta demokrasi 5 tahunan itu,” ungkap Basuniansyah.

Menurut Basuniansyah, kalau PDIP dan Demokrat berkoalisi, ini merupakan persoalan baru di dunia perpolitikan di Kalteng. Secara otomatis pula dengan berkoalisinya 2 partai besar ini di Pilkada Kalteng 2020, akan terjadi persaingan kepemimpinan, siapa yang lebih berkualitas, dan itulah yang bisa membawa Kalteng lebih baik.

Selain itu, dengan berkoalisinya 2 partai dengan jumlah kursi cukup banyak di DPRD Kalteng, dan dengan kemampuan setting politik yang bagus, Kalteng juga bisa menjadi salah satu contoh dalam pilkada-pilkada yang akan datang.

Terkait saran untuk berkoalisi dalam menghadapi Pilkada 2020 mendatang, Basuniansyah menilai belum terlambat untuk dilakukan kedua partai dimaksud. Karena sampai hari ini belum ada satu calon pun yang didukung dan rekomendasi parpol.

“Masih ada waktu untuk berkoalisi. Sepanjang setting politik 2 partai besar itu dan partai bisa menyamakan persepsinya yang baik, saya kira tidak masalah. Apalagi mulai pendaftaran tanggal 9 September 2020, masih ada waktu. Segala sesuatunya masih dapat dikompromikan,’’ ungkap Basuniansyah.

Sedangkan soal siapa calon yang akan diajukan oleh partai masing-masing, baik PDIP maupun Demokrat, menurut Basuniansyah, itu kembali bisa dikompromikan secara internal. “Masing-masing partai juga mempunyai kader terbaiknya,” kata Basuniansyah. jsi

Pos terkait