Tidak Dipercaya, Kepala Puskesmas Melati Dicopot

  • Whatsapp
Tidak Dipercaya, Kepala Puskesmas Melati Dicopot

KUALA KAPUAS/tabengan.com – Diduga karena ada permasalahan internal yang membuat suasana kerja antara pimpinan dan bawahan di lingkungan tidak harmonis, sehingga dikhawatirkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat tak optimal, Kepala Puskesmas Melati Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas, dicopot dari jabatannya, Kamis (11/6).

Kepala Badan Kepegawaian Pelatihan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kapuas Aswan ketika dikonfirmasi, Jumat (12/6), membenarkan perihal pencopotan jabatan Kepala Puskemas Melati tersebut.

“Benar, yang bersangkutan sudah resmi diganti Kamis, 11 Juni 2020 sore dan untuk sementara sudah ditunjuk saudari Rina Mardiana sebagai Pejabat Pelaksana Harian (Plh),” katanya.

Menurut Aswan, pencopotan ini karena adanya keberatan atau mosi tidak percaya di internal Puskesmas. Tapi untuk jelasnya dapat dikonfirmasi kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kapuas dan Inspektorat Kapuas yang saat ini sedang melakukan proses pemeriksaan.

Terpisah, Kepala Inspektorat Kabupaten Kapuas Herry Wibowo saat dikonfirmasi membenarkan bahwa mereka sedang melakukan proses pemeriksaan terkait laporan yang disampaikan kepada pihaknya. Saat ini sedang dalam pendalaman, jadi belum bisa merincikan apa inti dari permasalahan tersebut.

“Sabar ya, tim kita saat ini sedang melakukan proses pemeriksaan sekaligus pendalaman. Nanti kalau sudah selesai pasti akan kita beberkan agar semua tahu apa masalah sebenarnya,” kata Herry, panggilan akrab Kepala Inspektorat.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kabupaten Kapuas Apendi saat coba dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan.

Dari rumor yang berkembang, pencopotan ini dilakukan karena yang bersangkutan dianggap tidak serius dalam menangani masalah Covid-19. Padahal, dari sejumlah pasien yang terkonfirmasi positif di Kapuas hampir 70 persen adalah warga Kelurahan Selat Tengah.

Bahkan, pada awal Mei lalu sempat menutup pelayanan kesehatan untuk masyarakat, akibat seluruh paramedis dan tenaga administrasi menjalani isolasi mandiri gara-gara salah satu tenaga bidan meninggal dunia. c-yul/ded

Pos terkait