Shalahuddin: Malawaken-Benangin-Lampeong Jalan Nasional

  • Whatsapp
Shalahuddin: Malawaken-Benangin-Lampeong Jalan Nasional
Shalahuddin
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Kalimantan Tengah Shalahuddin mengklarifikasi pernyataan anggota DPRD Kalteng terkait proyek pembangunan ruas jalan di Kabupaten Barito Utara yang disebut sebagai proyek provinsi.

“Jalan Muara Teweh-Malawaken-Benangin-Lampeong-batas Kaltim itu jalan nasional, nanti dikonfirmasi ke Balai Jalan,” tepis Shalahuddin, kepada Tabengan, Jumat (12/6).

Shalahuddin menerangkan, untuk jalan provinsi yang ada di daerah Kabupaten Barut, hanya ada 1 ruas, yaitu Jalan Lingkar Kota Muara Teweh. Saat ini kondisinya dalam keadaan baik dan fungsional.

“Sedangkan untuk Jalan SP Km 34-Mampuak-Simpang Benangin, itu jalan kabupaten dengan panjang 57 Km. Lewat dana hibah ada kita bantu perbaikan sepanjang 8 Km, masih baik dan fungsional, selebihnya yang 49 Km kewenangan kabupaten,” kata Shalahuddin.

Sebelumnya diberitakan, dalam reses masa persidangan I tahun sidang 2020, yang dilangsungkan pekan lalu, tim reses DPRD Kalteng dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV, meliputi Kabupaten Murung Raya (Mura), Barito Utara (Barut), Barito Timur (Bartim) dan Barito Selatan (Barsel) menerima keluhan dari Bupati Barut H Nadalsyah atau Koyem, terkait pelaksanaan proyek pembangunan ruas jalan di wilayah itu.

Menurut Anggota DPRD Kalteng dari Dapil IV Yulilis, salah satu proyek infrastruktur yang dikeluhkan itu adalah ruas jalan yang menghubungkan Malawaken-Lampeong.

“Dalam pertemuan saat kita reses, Bupati Barut H Nadalsyah mengeluhkan proyek pembangunan Jalan Malawaken-Lampeong, karena sampai saat ini belum juga tuntas pembangunannya,” kata Yulilis, saat dibincangi Tabengan, Kamis (11/6).

Dari informasi yang pihaknya terima saat pertemuan itu, proyek pembangunan jalan tersebut sudah berlangsung dalam 3 tahun berturut-turut. Namun, kondisi jalannya sampai sekarang belum ada peningkatan.

“Dari keterangan yang kita peroleh sudah dilaksanakan selama 3 tahun ini, papan proyeknya selalu terpasang. Namun jalannya tidak bagus-bagus,” ungkap legislator dari Fraksi PDI Perjuangan ini.dkw

iklan atas

Pos terkait

iklan atas