Ratusan Sekolah di Kalteng Tak Ada Internet dan Listrik

  • Whatsapp
Ratusan Sekolah di Kalteng Tak Ada Internet dan Listrik
Mofit Saptono

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menyebutkan ada ratusan sekolah di daerah pedalaman Provinsi Kalteng yang tidak terakses jaringan internet dan listrik, sehingga hal ini menjadi kendala Dinas Pendidikan di tengah kondisi pandemi Covid 19. Hal ini bukan kewenangan dan urusan Kementerian Pendidikan, namun karena memang lokasi tersebut tidak ada sinyal dan tidak ada listrik.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng Mofit Saptono mengatakan, ada sebanyak 6 SMA dan tiga SMK di Kalteng yang tidak terakses jaringan internet, kemudian ada sebanyak 107 SMA dan 54 SMK serta 11 SLB yang tidak terakses jaringan listrik. Padahal kedua sarana tersebut sangat dibutuhkan bagi siswa maupun guru dalam proses belajar dalam jaringan (daring) saat Covid 19.

Meski demikian, tantangan tersebut masih bisa diatasi, di mana guru-guru di daerah pelosok tidak mati akal, artinya dengan kreativitas mereka, segala permasalahan bisa diatasi, seperti untuk mengatasi jaringan internet, sekolah setempat melakukan inovasi dan kerja sama dengan pihak provider melalui program Corporate Sosial Responsibility (CSR) untuk membantu proses belajar mengajar melalui daring.

Kemudian untuk kendala jaringan listrik, pihak sekolah dan pemerintah kecamatan maupun desa setempat menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). “Kemudian pada masa Covid 19 ini, juga ada program guru kunjung, kemudian siswa sekolah satu minggu sekali dengan tetap mengedepankan protokol covid 19,” katanya Mofit, Jumat (12/6).

Mofit mengatakan, di tengah pandemic tersebut, pemerintah pusat maupun daerah bersama-sama misalnya melakukan refocusing anggaran untuk sektor pendidikan, adanya relaksasi, serta adanya kerja sama dengan provider untuk layanan-layanan aplikasi gratis, sehingga semua ini membantu Dinas Pendidikan Kalteng dalam pengelolaan bidang pendidikan di tengah Covid-19.

Sebagai gambaran, Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng menangani sebanyak 98.200 siswa baik SMA/ SMK maupun SLB, kemudian guru sebanyak 5100 orang, dan 2050 non PNS. Sehingga hal ini harus dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan dampak. akm

Pos terkait