OJK: Risiko Kredit Perbankan Kalteng Rendah

  • Whatsapp
OJK: Risiko Kredit Perbankan Kalteng Rendah
Otto Fitriandy
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Hingga akhir April 2020, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Kalimantan Tengah (Kalteng) mencatat ada sebesar 1,45 persen Rasio Kredit Non Lancar/NPL. Sedangkan Rasio Kredit Non Lancar/NPL ( YoY) sebesar 30,34 persen.

Otto Fitriandy, Kepala OJK Kalteng menyampaikan bahwa kredit non lancar terdiri dari kredit dengan kolektibilitas kurang lancar, diragukan, dan macet.

Dia mengaku secara umum rasio NPL perbankan di Kalteng periode April 2020 tercatat sebesar 1,45 persen, atau dalam arti meningkat dibanding Maret 2020 sebesar 1,24 persen.

Namun rasio tersebut ujarnya masih di bawah benchmark 5 persen dan NPL secara nasional sebesar 2,89 persen. Dengan kata lain hal ini menunjukkan resiko kredit perbankan di wilayah Kalteng tergolong rendah.

“Kebijakan relaksasi sebagaimana diatur dalam POJK 11 tahun 2020 telah diimplementasikan oleh seluruh industri perbankan di wilayah Kalteng. Sehingga masih terdapat ruang gerak debitur sebagai pelaku usaha ditengah wabah pandemi Covid-19″ beber Otto kepada Tabengan, Rabu (10/6).

Otto juga menambahkan bahwa perbankan juga tetap menyalurkan pembiayaan meski cenderung melambat. “Terlihat dari total kredit per April 2020 yang disalurkan tercatat sebesar Rp31,5 triliun atau tumbuh sebesar 14,87 persen (yoy) dibanding posisi yang sama tahun sebelumnya,” tutup Otto. dsn

iklan atas

Pos terkait

iklan atas