Ribuan UKM di Kalteng Terdampak Wabah Covid 19

  • Whatsapp
Ribuan UKM di Kalteng Terdampak Wabah Covid 19
Kadis Koperasi dan UKM Provinsi Kalteng, Ati Mulyati mengenakan baju hazmat warna merah, hasil jahitan dari pelaku usaha mikro di Kalteng.
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Wabah Corona Virus (Covid 19) tidak hanya mengancam kesehatan umat manusia, tapi juga memberikan dampak yang buruk bagi dunia usaha terutama pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang ada di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), tercatat ribuan terkena dampaknya.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Kalteng, Ati Mulyati menyampaikan, selain UMKM, koperasi juga terkena imbas dari wabah Covid 19 ini, jumlah seluruhnya per data Maret 2020 kurang lebih 5 ribu. Pemerintah provinsi sudah melakukan langkah-langkah yang membuat usaha mereka tetap berjalan.

“Kalau kami menghitung, cukup banyak UKM yang kena dampak Covid 19 ini, yang memang sangat terdampak itu adalah usaha mikro, koperasi saja kena dampaknya, yang terdampak itu 5 ribu lebih se-Kalteng. Itu baru data awal yang didata pada bulan Maret,” kata Ati, Rabu (10/6).

Dinas Koperasi dan UKM berupaya agar para pelaku usaha mikro ini jangan sampai usahanya tidak berjalan bahkan sampai menutupnya, sehingga disarankan untuk beralih usaha. Misalnya usaha yang bergerak di bidang kuliner ada yang beralih menjadi penjahit. Karena UKM ini hampir 90 persen perempuan yang pada umumnya mempunyai kemampuan menjahit.

Salah satunya menjahit masker dan hasilnya bisa memenuhi 14 kabupaten/kota, dan dipasarkan melalui layanan pusat terpadu UMKM di Jln Thamrin, Kota Palangka Raya. masker tersebut dikirim ke daerah. Hingga saat ini kurang lebih 30 ribu masker yang kita distribusikan ke daerah. Selain masker dan juga baju hazmet.

Sementara itu, UKM yang tidak bisa beralih khususnya kuliner, diminta untuk memasarkannya melalui online. Hal itu membuat mereka terbantu sehingga tetap menjalankan usahanya, pesanan juga tetap ada dan usahanya tidak berhenti. Dinas Koperasi dan UKM tetap berupaya, agar pelaku usaha mikro tetap berkembang di masa pandemi Covid 19 ini. Kemudian dari sisi perijinan usaha juga didorong sehingga usahanya tetap berjalan. yml

iklan atas

Pos terkait

iklan atas