Suplai Barang Jangan Sampai Terkendala

  • Whatsapp
Suplai Barang Jangan Sampai Terkendala
Anthon Pawarrangan

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Pengamat ekonomi sekaligus Wakil Ketua Umum Kamar Dagang Industri (KADIN) Kalimantan Tengah (Kalteng), Anthon Pawarrangan mengatakan, perlu adanya koordinasi di setiap sektor untuk dapat memulihkan ekonomi yang terdampak Covid-19 agar dapat bangkit kembali.

“Tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, harus ada koordinasi dari setiap sektor agar menerapkan protokol. Pemerintah dalam hal ini harus segera mengambil langkah. Seharusnya tidak terjadi polemik harga ayam, cabai, bawang melonjak seperti kemarin,” ujarnya saat dibincangi Tabengan di ruang kerjanya, Senin (8/6).

Pria yang juga sebagai mediator komunikasi pelaku usaha Jawa Timur (Jatim) dan Kalteng ini menambahkan kebutuhan pokok dan kebutuhan lainnya masyarakat Kalteng masih berasal suplai dari luar. Sebab itu perlu dijaga industri yang bergantung dari bahan baku yang berasal dari luar.

“Lalu lintas suplai harus dijaga. Jika kondisi seperti ini terus, persediaan menipis maka untuk memenuhi kebutuhan Kalteng akan terus terkendala,” ingatnya.

Anthon mengatakan untuk kerugian disebabkan Covid-19 ini secara nominal memang belum diketahui tetapi tentu semua terdampak. Seperti importir yang berbasis sumber daya alam (SDA) menjadi berkurang.

“Crude Palm Oil (CPO) pun kena dampak, permintaan menjadi berkurang, industri berbasis SDA agak kurang,” ujarnya lagi.

Ironisnya ujar Anthon, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat dalam kondisi seperti sekarang ini paling besar terkena dampaknya.

“UMKM banyak yang berhenti tapi nominal kita tidak tahu. Sektor pariwisata banyak dirumahkan dan PHK, kuliner hampir sebulan lebih berhenti, retail juga dibatasi. Kita harus segera mengambil langkah. Mall dan pasar tradisonal harus diatur suplai barang. Jadi setiap sektor harus ada tim gugus sesuai SE Kementrian Perdagangan Nomor 12,” bebernya.

Anthon juga berpendapat bahwa upaya tersebut tidak dapat secara singkat, namun harus terus berkesinambungan. “Maksud saya segera di buat SOP-nya dari pemerintah dan instasi terkait. Karena kalau menunggu covid hilang tidak akan efektif,” sebutnya.

Diperkirakan jumlah pengangguran sekitar 30 persen akibat Covid-19. Sementara untuk perusahaan kayu dan perkebunan tidak ada dirumahkan tapi pihak perusahaan membatasi akses masuk. Sedangkan perusahaan besar sudah melakukan protokol.

Anthon menilai perlu edukasi bagi masyarakat dan juga pelaku UMKM. Misalkan masuknya barang ke Kalteng baik dari darat laut dan udara. Jangan sampai kebutuhan masyarakat terkendala.

“Jika kita tengok neraca perdagangan Kalteng dan Jatim itu sama, sejajar. Artinya suplai ke Kalteng masih cukup tinggi. Kalteng suplai SDA ke Jatim sebaliknya Jatim suplai beras dan lain-lain ke Kalteng,” tandasnya. dsn

Pos terkait