Legislator Ajak Masyarakat Berpartisipasi Jaga RTH

  • Whatsapp
Legislator Ajak Masyarakat Berpartisipasi Jaga RTH
Nenie A Lambung
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Berdasarkan UU Nomor 26 Tahun 2007 tentang Ruang Terbuka Hijau (RTH), diamanatkan bahwa setiap wilayah minimal memiliki 30 persen RTH dari luas wilayah.

Demikian pula di Kota Palangka Raya, telah terbangun kawasan hijau digunakan sebagai tempat rekreasi, pertamanan, olahraga, dan hutan kota.

Ketua Komisi B DPRD Kota Palangka Raya, Nenie A Lambung menilai jika keberadaan RTH tersebut sangatlah tepat. Taman-taman yang dibangun sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

“Pada kondisi normal, pada saat sebelum pandemi Covid-19, taman-taman banyak dimanfaatkan, baik tempat untuk berekreasi bersama keluarga, berolahraga pada sore hari hingga dijadikan taman kuliner khas daerah. Hal itu berarti keberadaan taman-taman telah banyak dirasakan manfaatnya masyarakat,” katanya kepada awak media, baru-baru ini.

Namun perlu menjadi perhatian, sambung legislator PDIP ini, pemerintah harus lebih maksimal dalam menjaga keberadaan taman-taman tersebut.

Mulai dari menjaga seluruh fasilitas umum pendukung keberadaan taman, kebersihan, hingga ketertibannya.

“Meskipun saat ini taman kota tidak aktif akibat adanya pandemi dan penerapan mengurangi aktivitas di tempat umum, namun jangan sampai taman kita tanpa penjagaan. Tempatkan personel keamanan agar terhindar dari oknum yang melakukan pengrusakan maupun pencurian fasilitas taman. Beberapa waktu yang lalu, ada pengrusakan lampu di Bundaran Besar. Agar itu tak terjadi lagi pada fasilitas taman lainnya, maka penjagaan harus bisa terus dilakukan,” beber Nenie.

Anggota DPRD dari daerah pemilihan (Dapil) III ini juga mengajak agar masyarakat turut serta menjaga keberadaan RTH tersebut. Sebab upaya dari pemerintah maupun pihak keamanan saja tidak cukup, perlu partisipasi masyarakat untuk mendukung keberadaan taman agar bertahan lama dan semakin bermanfaat.

“Seluruh pembangunan yang dilakukan merupakan hasil dari pajak rakyat sendiri. Berarti taman dan fasilitas yang dibangun juga merupakan milik kita bersama. Mari kita tingkatkan rasa saling memiliki dan menjaga fasilitas umum. Akan sangat disayangkan jika manfaat dari taman ini akan menurun jika tak terjaga. Mari bersama manfaatkan keberadaan taman dengan positif dan penuh rasa tanggung jawab,” ajak Nenie L Lambung.rgb

iklan atas

Pos terkait

iklan atas