UMKM sebagai Penggerak Ekonomi di Masa Pandemi

  • Whatsapp
UMKM sebagai Penggerak Ekonomi di Masa Pandemi
Jamu kunyit salah satu produk UMKM di Kota Palangka Raya. TABENGAN/ISTIMEWA

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalteng, Yudo Herlambang mengatakan bahwa roda perekonomian di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) harus dijaga untuk tetap berjalan dimasa pandemi Covid-19.

“Di tengah pandemi Covid-19 ini perlu untuk menjaga roda perekonomian tetap berlangsung. Oleh sebab itu pasokan dan permintaan perlu dijaga dengan memperhatikan protokol pencegahan Covid-19,” ujarnya saat paparan terkait kondisi perekonomian Kalteng, baru-baru ini.

Lebih lanjut Yudo mengatakan salah satu cara menjaga roda ekonomi di masa pandemi adalah dengan memanfaatkan teknologi (marketplace) sebagai perantara antara pedagang pasar dengan masyarakat. Sehingga permintaan tetap terbentuk dengan memudahkan masyarakat memilih kebutuhan belanja lewat ponsel, lalu pasokan di pasar termonitor dengan baik karena sudah terintegasi dalam satu platform.

Dia berharap Pemerintah Provinsi Kalteng dapat mendorong Badan usaha Milik Daerah (BUMD) atau Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar untuk mengembangkan platform tersebut sehingga mengakomodasi kebutuhan masyarakat. Karena insentif bagi masyarakat dan pelaku usaha dibutuhkan agar menstimulus bergeraknya roda perekonomian.

Sedangkan Lapangan Usaha (LU) Perdagangan Besar dan Eceran (PBE), LU Transportasi & Pergudangan, LU Akomodasi dan Makan Minum merupakan LU yang paling terdampak dengan adanya pandemi Covid-19.

“Sehubungan dengan itu dibutuhkan kebijakan-kebijakan yang dapat menjaga kinerja pertumbuhan pada triwulan II 2020, seperti Socical Safety Net berupa dana bantuan usaha untuk pelaku UMKM dan pekerja harian, mendorong transaksi elektronik, bansos/bazar murah, serta memberikan keringanan pajak bagi industri, pelaku pariwisata dan sektor lainnya yang terdampak,” ungkapnya.

Ditambahkan pula bahwa pemberdayaan UMKM dalam upaya menjaga eksistensi dan keberlangsungan UMKM, diperlukan penciptaan permintaan baru yang berasal dari unsur birokrasi.

Upaya menciptakan permintaan dapat dilakukan melalui imbauan kepala daerah kepada Aparatur Sipil Negara (ASN), instansi dan perbankan di daerah untuk menggunakan produk-produk lokal/UMKM, baik kerajian (kain, batik atau tenun) dan makanan yang ditetapkan melalui surat keputusan (SK).

“Melalui SK kepala daerah tersebut diharapkan dapat menciptakan permintaan dan memberikan kepastian usaha kepada UMKM sehingga meminimalisir dampak ekonomi kepada pelaku UMKM,” tandasnya. dsn

Pos terkait