Dilema Pelaku Usaha Kebugaran Pasca PSBB

  • Whatsapp
Dilema Pelaku Usaha Kebugaran Pasca PSBB

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Pelaku usaha rumah kebugaran atau biasa dikenal fitness center menghadapi dilema pasca berakhirnya PSBB. Pasalnya Surat Edaran Walikota Palangka Raya Nomor: 368/124/BPBD/COVID-19/V/2020 yang belum lama ini dikeluarkan, membuat pemilik usaha fitness center ragu untuk memulai kembali usahanya.

“Masih belum buka, karena ada SE Wali Kota terbaru. Di poin ke 3 huruf e, mewajibkan seluruh pelaku usaha pariwisata, SPA, pijat refleksi, gym/fitness center, sanggar senam, warnet/games online, kolam renang, billiard, karaoke, bioskop dan diskotik agar menutup sementara tempat usahanya,” beber Indra pelaku usaha Fitness Center di bilangan jalan Antang, Minggu (7/6).

Lebih lanjut Indra mengatakan bahwa sebenarnya dirinya telah menerencanakan gym miliknya agar sesuai protokol kesehatan. Namun terbentur dengan SE Walikota yang terbaru tersebut.

“Memang kemarin rencana mau buka pas belum ada SE Wali Kota. Kita rencana sudah menyiapkan sesuai protokol kesehatan. Misal di ruang gym maksimal 6 orang saja. Kemudian sebelum dan sesudah latihan cuci tangan. Kalau tidak salah mulai berlaku tanggal 30 Mei 2020 deh,” imbuhnya.

Dia menyebutkan sejak Covid-19 dan pemberlakuan PSBB, dan anjuran pusat-pusat keramaian ditiadakan, seperti gym, membuat pendapatan dan pemenuhunan kebutuhan sehari-hari terkendala.

“Pengennya sih buka mas, karena kalau kondisinya tetap seperti ini terus terang saja tidak ada penghasilan kita. Untuk salon diperbolehkan buka dengan protokol, tapi gym tidak boleh. Padahal ruang atas power gym kan luas. Itu kita sudah siapkan maksimal hanya 8 orang, kapasitas bisa cukup sampai 30 orang,” tandasnya. dsn

Pos terkait