Apa Persiapan Kalteng Hadapi Kemarau?

  • Whatsapp
Apa Persiapan Kalteng Hadapi Kemarau?
Sabran Achmad
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Tokoh Kalimantan Tengah (Kalteng) Sabran Achmad, merespon terkait dengan langkah dan persiapan pemerintah dalam menghadapi musim kemarau. Fokus pada penanganan Corona atau Covid-19 memang sudah menjadi tanggung jawab pemerintah, namun sector lain juga kiranya tidak luput dari perhartian pemerintah, khususnya dalam menghadapi kemarau.

Sabran mengatakan, rilis yang disampaikan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Palangka Raya, kemarau mendatang akan lebih panjang dibandingkan sebelumnya. Kondisi ini tentunya harus menjadi perhatian serius pemerintah, mengingat kasus kebakaran yang menyebabkan kabut asap sangat merugikan Kalteng dan Indonesia.

“Kondisi kemarau yang diprediksi akan lebih panjang inilah, yang membuat saya sebagai orang tua mempertanyakan, apakah pemerintah sudah mempersiapkan langkah-langkah dalam mengantisipasi, dan menghadapi kemarau ini nantinya. Bersama kita ketahui, Kalteng pernah memprogramkan pembangunan sumur bor, seperti apa kelanjutan pembangunan ini,” kata Sabran Achmad, saat menyampaikan responnya terkait persiapan pemerintah dalam menghadapi kemarau, Senin (8/6) di Palangka Raya.

Sabran menegaskan, sekarang ini sudah berapa banyak sumur bor yang dibangun, dalam upaya persiapan menghadapi kemarau. Dari jumlah yang tersedia itu, berapa banyak yang bisa digunakan atau berfungsi dengan baik. Apakah sudah dilakukan pengecekan, bahwa ketika nanti musim kemarau tiba sumur bor dapat digunakan dengan baik.

Itu dari segi fungsi, lanjut Sabran, bagaimana dengan jumlah. Apakah jumlah sumur bor yang tersedia sudah mencukupi, dan memadai dalam menghadapi kemarau. Apabila memang mencukupi, sudahkah pemerintah melakukan pemeliharaan. Bila ternyata masih kurang, apakah pembangunan sumur bor menjadi salah satu prioritas dalam menangani kasus kebakaran nantinya.

Ini beberapa hal, kata Sabran, yang menjadi pertanyaan, dan patut dicermati oleh pemerintah. Fokus dan konsentrasi pada penanganan Covid-19 itu sangat wajib, namun permasalahan lain seperti waspada terhadap kemarau yang berdampak pada kebakaran hutan dan lahan adalah masalah lain yang tidak boleh diabaikan begitu saja.ded

iklan atas

Pos terkait

iklan atas