PK PT BHL Ditolak, Eksekusi Lahan Menanti

  • Whatsapp
PK PT BHL Ditolak, Eksekusi Lahan Menanti
Pua Hardinata selaku Kuasa Hukum bagi Menie, memperlihatkan putusan judec facti PN Kasongan dan PT Palangka Raya dan menerima permohonan Menie, Senin (8/6/2020). TABENGAN/ANDRE
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Mahkamah Agung akhirnya menolak Peninjauan Kembali (PK) PT Bumi Hutani Lestari (BHL) dan Menie Lui tetap sah sebagai pemilik tanah seluas 60 hektar di Desa Mirah Kalanaman. “Ironis karena Menie, anak dan beberapa pekerjanya sudah menjalani pidana penjara selama beberapa bulan karena tuduhan mencuri buah sawit di tanah itu,” ucap Pua Hardinata selaku Kuasa Hukum bagi Menie, Senin (8/6/2020).

Saat kasus pidana itu bergulir, proses perdata sengeketa lahan juga diajukan Menie ke Pengadilan Negeri (PN) Kasongan. Meski sempat minta penundaan sidang untuk menunggu pembuktian atau hasil perdata, pengadilan tetap memutuskan sidang berlanjut dan akhirnya memvonis bersalah Menie, anak, dan beberapa pekerjanya.

Dalam perkara perdata, PN Kasongan menolak gugatan Menie sehingga berlanjut ke Pengadilan Tinggi (PT) Palangka Raya dengan hasil yang sama. Tidak menyerah, Menie melalui Pua mengajukan Kasasi ke MA yang pada putusannya pada 22 Desember 2017 membatalkan putusan judec facti PN Kasongan dan PT Palangka Raya dan menerima permohonan Menie. PT BHL melakukan perlawanan dan mengajukan PK ke MA tapi akhirnya ditolak pada tanggal 23 Oktober 2019 dan baru disampaikan ke Pemohon (Menie) tanggal 29 April 2020.

Dengan penolakan PK PT BHL itu maka permohonan Menie harus dilaksanakan. Permohonan itu antara lain PT BHL menduduki dan menggarap tanah serta menanam perkebunan kelapa sawit sebagai perbuatan melawan hukum, mengembalikan tanah itu pada Menie, menghukum PT BHL untuk membayar uang paksa (dwaangsoom) Rp5 juta per hari sejak gugatan didaftarkan di pengadilan negeri hingga putusan dilaksanakan, dan menyatakan sah sita jaminan yang dilakukan juru sita pengadilan.

“Sekarang tinggal menunggu permohonan eksekusi lahan ke PN Kasongan selaku pemenang perkara,” pungkas Pua yang juga sering memenangkan perkara di PTUN itu. dre

iklan atas

Pos terkait

iklan atas