Sopir Palsukan Surat Bebas Covid-19

  • Whatsapp
Sopir Palsukan Surat Bebas Covid-19
Petugas Pos Libas Taruna Kecamatan Sebangau memeriksa surat sehat bebas Covid-19 salah satu sopir kendaraan angkutan dari Kalsel, Sabtu (6/6). TABENGAN/RONY

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Palangka Raya yang berada di Pos Lintas Batas (Libas) Taruna Kecamatan Sebangau, Sabtu (6/6), menemukan surat keterangan hasil rapid test bebas Covid-19 palsu yang dibawa pengendara roda empat.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya Alman Pakpahan menuturkan, sopir tersebut berasal dari Kalimantan Selatan yang membawa pakan ternak bertujuan ingin memasuki Kota Cantik.

Namun, karena ketatnya pengawasan pintu masuk kota, setiap pengendara harus menyertai diri dengan surat keterangan bebas Covid-19 seperti diatur dalam Surat Edaran Wali Kota Nomor 188.45/266/2020, sehingga salah seorang sopir menyerahkan surat asli tapi palsu (aspal).

Alman mengakui, pihaknya telah memperoleh informasi ada pengendara yang membawa surat keterangan bebas Covid-19 terindikasi palsu. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas dengan teliti, ternyata benar surat hasil rapid test itu palsu.

“Tindakan yang kami ambil saat itu tetap mengedepankan sisi humanis. Yang bersangkutan kita arahkan untuk kembali, namun dengan menulis surat pernyataan untuk tidak mengulangi upaya pemalsuan. Sebab, jika melihat peraturan yang berlaku, itu sudah masuk dalam unsur pidana,” kata Alman kepada Tabengan, Minggu (7/6).

Untuk selanjutnya, sambung Alman, jika kembali ditemukan pemalsuan surat bebas Covid-19, pihaknya tak segan menahan KTP kemudian dilimpahkan ke pihak berwajib.

Terlebih saat ini, pihak Kejaksaan Agung RI menerbitkan surat nomor B-2115/E/Ejp/05/2020 tentang penuntutan perkara pidana pemalsuan surat yang berkaitan dengan penanganan Covid-19.

Dikatakannya, seluruh Kejaksaan Tinggi di Indonesia tak terkecuali di Kalimantan Tengah, telah diarahkan untuk memberlakukan penuntutan tindak pidana maksimal bagi mereka yang memalsukan surat kesehatan bebas Covid-19 serta oknum yang memanfaatkan situasi tersebut untuk melakukan tindakan melawan hukum, sebagai upaya memberikan efek jera.

“Tidak sedikit ada oknum yang mencoba mengambil keuntungan dalam upaya pembatasan orang keluar masuk wilayah untuk mempercepat penanganan Covid-19, dengan membuat surat keterangan palsu. Saya ingatkan bagi mereka yang ingin memasuki Kota Palangka Raya untuk mengelabui petugas, hal itu melanggar hukum dan bisa dikenakan sanksi pidana,” tegasnya.rgb

Pos terkait