Broker Tambang “Bermain” di Kotim

  • Whatsapp
Broker Tambang “Bermain” di Kotim
iklan atas

SAMPIT/tabengan.com – Di tengah wabah Covid-19 yang sedang melanda saat ini, ternyata ada persoalan pertambangan yang cukup meresahkan pengusaha tambang di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Bahkan, mereka menduga ada oknum broker tambang dari luar daerah yang “bermain”.

Gundra, Direktur Utama PT Duta Borneo Pratama, sebuah perusahaan tambang di Kotim, mengungkapkan, pihaknya sudah menelusuri dan mencari tahu oknum broker tambang tersebut, yang disinyalir berasal dari luar Kalimantan.

Menurutnya, oknum broker itu sengaja memasuki kawasan pertambangan mereka beberapa waktu lalu. Bahkan, oknum tersebut masuk karena ada campur tangan oknum birokrat, dan menjual nama besar pengusaha kelas nasional untuk merampas tambang setempat.

“Tahulah kita siapa yang coba-coba bermain dalam hal ini. Mereka mencoba-coba memainkan usaha kami yang sudah legal ini,” kata Gundra, Minggu (7/6).

Gundra mengakui, ada upaya untuk membidik 4 perusahaan tambang yang bernaung di bawah kepemimpinannya itu. Dia berharap agar pemerintah semestinya menjadi pembina bagi sektor dunia usaha. Apalagi mereka sudah berinventasi dengan jumlah besar.

Pihaknya tidak menutup diri untuk diawasi secara berkala oleh pemerintah. Asalkan tidak ditunggangi kepentingan oknum tertentu dengan orientasi meruntuhkan usaha mereka tersebut. Sebab, mereka merasa adanya perlakuan mencari-cari kesalahan perusahaan.

Kondisi tersebut, jelasnya, bisa menyebabkan investor enggan masuk ke daerah itu. Sementara investasi merupakan salah satu urat nadi untuk bisa berjalannya roda pemerintahan sebab menjadi sumber pendapatan bagi daerah dan negara.

Selain itu, dia juga mengharapkan di tengah kondisi wabah Covid-19 saat ini, seharusnya api investasi dijaga. Peran dan keterlibatan pengusaha menjadi sebuah keharusan dengan harapan tetap bisa menjaga ekonomi masyarakat lokal.

Izin usaha pertambangan itu berproses beberapa tahun silam mulai dari masa kepemimpinan Bupati HM Wahyudi K Anwar dan Gubernur Kalteng kala itu Agustin Teras Narang. Selain itu, izin perusahaan akan berlaku hingga 10 Desember 2023 mendatang.

Dari sejumlah keterangan pejabat Pemkab Kotim mengakui jika legalitas perusahaan tambang di bawah pimpinan Gundra telah memiliki kelengkapan legalitas yang sesuai aturan undang-undang.

“Kalau perusahaan tambang mereka (Duta Borneo Pratama) memiliki perizinan yang lengkap,” kata Johny Tangkere, Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kotim.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Dinas Lingkungan (DLH) Hidup Kotim Sanggul L Gaul. Dia mengakui jika perizinan di bidang kehutanan usaha tambang itu sudah sesuai aturan.

“Untuk urusan pinjam pakai lahan dan lain sebagainya mereka itu beres. Selain itu juga areal mereka ada APL,” tambah pria yang pernah menjabat Kadis Kehutanan Kotim ini. c-arb

iklan atas

Pos terkait

iklan atas