Sembuh dari Covid-19, Pasien Ini Bantah Dikucilkan Masyarakat

  • Whatsapp
Sembuh dari Covid-19, Pasien Ini Bantah Dikucilkan Masyarakat
Pengakuanwarga Desa Garantung bernama Mustafa, pasien sembuh Covid-19, kepada warga, pemdes dan aparat kemanan setempat. YAKIN

PULANG PISAU/tabengan.com – Beredarnya kabar yang menyebutkan ada seorang pasien positif Covid-19, warga asal Desa Garantung, Kecamatan Maliku, Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) yang dikucilkan masyarakat dan sempat viral di media sosial serta menjadi perbincangan banyak pihak, dibantah langsung oleh orang yang bersangkutan.

Mustafa, pasien positif klaster Gowa yang baru saja sembuh, menegaskan di hadapan aparat desa setempat dan aparat keamanan bahwa tidak benar dirinya dikucilkan oleh warga sekitar tempatnya tinggal.

“Saya memohon maaf kepada warga khususnya warga SP.01, Desa Garantung, Kecamatan Maliku, atas pernyataan saya yang merasa dikucilkan, bahwa pernyataan saya itu tidak benar,” ujar Mustafa.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas Kominfo Statistik dan Persandian Kabupaten Pulang Pisau selaku jubir media center Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Pulpis, Moh Insyafi mengharapkan, media massa bisa memberikan informasi yang benar, menyejukkan dan mengedukasi masyarakat dalam menyikapi pandemi Covid-19, khususnya di Kabupaten Pulpis.

“Peran media massa sangat besar dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini. Media bisa membantu memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat,” kata Insyafi di Posko GTPP Covid-19 Pulpis, Jumat (5/6/2020) sore.

Terkait pemberitaan dikucilkannya seorang warga yang sudah sembuh Covid-19 oleh masyarakat sekitar, Insyafi mengatakan, gugus tugas sudah melakukan konfirmasi kepada warga tersebut dan juga pemerintah desa setempat, yang bersangkutan menyatakan informasi tersebut tidak benar, dan dirinya telah minta maaf kepada warga setempat atas ucapannya.

“Dia merasa seperti dikucilkan oleh masyarakat, padahal warga sekitar tidak mengucilkannya, hanya saja karena protokol kesehatan yang mengharuskan adanya pembatasan, harus jaga jarak, dan hal itu juga sebagai bentuk kehati-hatian warga dalam menyikapi situasi pandemi Covid-19,” katanya.

Sekali lagi, Insyafi kembali mengajak media massa untuk dapat membantu memberikan informasi kepada masyarakat, bahwa pasien positif covid-19 yang sudah sembuh, secara medis aman dan tidak akan menularkan lagi, namun protokol kesehatan juga tetap harus dipatuhi dan dilaksanakan.c-mye

Pos terkait