Tolak Data di Medsos, Dinsos Akui BLT 20.031

  • Whatsapp
Tolak Data di Medsos, Dinsos Akui BLT 20.031
Nita Bianita Reza
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Kepala Dinas Sosial Kota Palangka Raya Nita Bianita Reza mengklarifikasi pemberitaan di Harian Umum Tabengan edisi Rabu (4/6) yang berjudul Dinsos Bantah Data 20.031. Ia tetap menolak data yang beredar dalam bentuk file PDF di media sosial (medsos), namun membenarkan jumlahnya 20.031.

“Jadi saya klarifikasi dari pertanyaan waktu itu, bahwa yang ditanyakan pada saat itu data yang beredar di medsos, kalau Dinas Sosial Kota Palangka Raya tidak penah mengeluarkan data yang ada di Medsos waktu itu, tidak ada, tetapi data yang dari Dinas Sosial yang 15 ribu itu betul, sudah dikirim ke Dinas Sosial Provinsi,” kata Nita, Kamis (5/6).

Dinsos Kota mengusulkan data calon penerima bantuan dari Pemprov sebanyak 15.414 Kepala Keluarga (KK), namun dari provinsi keluar jumlah 20.031, itu data gabungan dari beberapa dinas. Jadi ini kegiatannya provinsi, dinas-dinas terkait mendata juga seperti UMKM, Disnakertrans, Dinas Pariwisata, ini datanya adalah orang yang terdampak yang berada di dinas masing-masing. Pekerja-pekerja yang berada di bawah naungan dinas masing-masing.

Misalnya Dinas Tenaga Kerja adalah orang-orang terdampak di bawah naungan dinas tersebut seperti para pekerja harian, perkebunan sawit, kemudian dari Dinas Pariwisata para pekerja hotel yang diberhentikan dari pekerjaannya. Itu mereka menyampaikan data yang punya Kota Palangka Raya, sehingga totalnya itu memang ada 20 ribu lebih.

“Kalau saya menolak yang 20 ribu lebih itu tidak, saya tidak menolak. Yang saya sampaikan kemarin terkait data yang beredar di medsos karena ini meresahkan warga masyarakat, sehingga kami sampaikan bahwa Dinas Sosial tidak pernah megeluarkan data melalui medsos. Itu saja. Masalahnya saya tidak pernah melihat (data yang beredar) di medsos itu, saya tidak pernah melihat, jadi saya tolak yang itu. Tidak pernah tahu itu yang di medsos. Tapi di dalam pemberian data dari provinsi ke kami itu 20.031 KK,” imbuh Nita.

Data yang beredar di medsos itu sudah lengkap dengan namanya dan ia tidak pernah tahu data di dalam itu nama-nama siapa, kalau itu diiyakan, maka data nama-nama di medsos itu yang sah, sehingga ia tolak. Kalau jumlah yang sebetulnya untuk berhak menerima bantuan sosial di Kota Palangka Raya itu 20.031.

“Terdiri dari apa-apa saja di dalamnya, karena ditanyakan yang di medsos, kalau saya iyakan yang di medsos, maka nama-nama yang ada di medos itulah yang sah itu, saya nggak akan jawab itu. Saya tolak itu yang di medsos, karena itu berkaitan dengan nama-nama yang tertera di dalamnya. Saya tidak menolak yang 20.031, saya menolak data yang ada yang beredar di medsos terkait secara utuh jumlah dan data di dalamnya. Ntar saya tiba-tiba iyakan, misalnya salah satu nama di situ, tapi di data yang sebenarnya tidak ada, itu yang saya tolak itu sebetulnya,” jelas Nita. yml

iklan atas

Pos terkait

iklan atas