Ahli Epidemiologi Bicara Syarat New Normal

  • Whatsapp
Ahli Epidemiologi Bicara Syarat New Normal
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Berdasarkan hasil kajian dari ahli epidemiologi terhadap perkembangan kasus virus corona (Covid 19) di Kalimantan Tengah (Kalteng), sejumlah daerah di Kalteng seperti di Kota Palangka Raya masih belum aman menerapkan new normal.

Ketua umum Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Cabang Kalteng, Rini Fortina.SKM.,M.Kes menyampaikan, ada 6 syarat dari organisasi kesehatan dunia (WHO) untuk menerapkan new normal. Pertama tingkat penularan masih tinggi, setiap hari selalu ada penambahan kasus.

“Kalo dari data epidemiologi saat ini masih belum (new normal) karena nilai R atau tingkat penularan atau estimasi reproduction number penggadaan kasus covid 19 di masyarakat masih tinggi. Tapi tergantung pemerintah daerah masing-masing sih, karena pertimbangannya kan banyak,” kata Rini, Kamis (4/6).

Kemudian syarat kedua dari WHO, sistem kesehatan mampu identifikasi, isolasi, pengujian, pelacakan dan karantina. Ketiga, penanggulangan wabah di wilayah rentan, keempat, penetapan langkah-langkah pencegahan di lingkungan kerja. Kelima, pengendalian risiko kasus di pintu masuk transporatasi darat,laut dan udara, keenam, masukan pendapat dari masyarakat.

Jika dilihat dari jumlah kasus positif hingga Kamis (4/6) tercatat di website milik Satgas Covid 19 kalteng sebanyak 467, sembuh 196 orang, meninggal 25 orang, mendapatkan perawatan 246 orang. jika melihatdata saat ini pertumbuhan kasus itu selalu muncul terus. Begitu juga dengan kasus kematian jumlahnya mengalami peningkatan.

“New normal itu diberlakukan kalau angka kasus itu tidak bertambah terus. Kalau secara epidemiologi tidak ada peningkatan kasus dua kali lipat, artinya kita lihat stgnannya diman, seperti sebelumnya pernah tidak ada peningkatan kasus, kalau tidak ada lonjakan kasus, misalnya peningkatannya tidak lebih dari 1 persen bisa aja kali ya, tergantung pemerintah saja, nuntut pada standar berapa, kalo di kami ini selalu ada standar, pemerintah maunya diangka standar berapa untuk new normal,” imbuh Rini.

Menurut Rini, untuk pencecagahan penularan, perlu memberikan kesadaran kepada masyarakat untuk mau pake masker, jaga jarak dan tidak berkumpul. Itu merupakan tiga hal utama. Sementara yang lainnya seperti Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) itu otomatis mengikuti. Masyarakat tidak perlu diberikan banyak teori karena malah tidak diikutinya.

Kemudian, penerapan Pembatasan Sosial Kelurahan Humanis (PSKH) perlu dilakukan evaluasi seminggu sekali bagaimana hasilnya, ada tambahan kasus atau tidak. Fokus penerapannya di kelurahana yang banyak kasusnya, di karantina, kalau kelurahan yang kasusnya rendah dijaga dan berupaya bagaimana supaya warganya lebih disiplin.vPSBB maupun PSKH sebetulnya upaya pemerintah untuk memutus rantai penularan. Saat PSBB jumlah gelombang tambahan kasus itu mengecil, hanya saja belum mencapai target karena angka tambahan kasusnya masih ada. yml

iklan atas

Pos terkait

iklan atas